Djoko Waluyo 01/02/2015

NIGERIA-UNREST-MILITARY-FILESPOSKOTA.CO – Sebanyak 40 anggota Ash-Shabaab tewas dan sejumlah lagi cedera dalam serangan udara yang ditujukan ke satu pangkalan kelompok garis keras itu di Somalia Selatan, kata beberapa pejabat pada Sabtu (31/1).

Gubernur Wilayah Lower Shebelle Abdulkadir Mohamed Nor Sidi mengatakan kepada Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi– serangan udara pada Sabtu sore tersebut menghantam satu kamp pelatihan dan rombongan Ash-Shabaab di Desa Dugale di wilayah itu.

“Lebih dari 40 gerilyawan tewas dalam serangan udara tersebut dan sejumlah lagi telah cedera. Kamp itu juga telah hancur sama sekali,” kata Sidi melalui telepon.

Seorang warga di daerah tersebut memberitahu Xinhua melalui telepon bahwa serangan udara itu berskala besar dan suara ledakan dapat terdengar dari jauh. “Terdengar suara ledakan keras dari desa tersebut, dan kami berlarian untuk menyelamatkan diri karena khawatir terhadap keselamatan kami.” Namun, tak bisa diabsahkan apakan serangan itu dilancarkan oleh pasukan AS atau Uni Afrika, AMISOM.

Pasukan AS dan AMISOM telah melancarkan serangan serupa dalam beberapa tahun belakangan, dan yang paling akhir dilancarkan pada Desember, sehingga menewaskan komandan intelijen Ash-Shabaab, Abdishakur Tahlil.

Pada Kamis (22/1), apa yang diduga sebagai serangan bom mobil bunuh diri terjadi terhadap satu hotel di dekat istana presiden di Ibu Kota Somalia Mogadishu, sehingga merenggut beberapa korban, kata polisi dan saksi.

Serangan itu, yang diduga dilakukan gerilyawan Ash-Shabaab, yang berafiliasi pada Al Qaida, terjadi di gerbang hotel yang biasa digunakan untuk menjadi tempat pertemuan para pejabat yang berkunjung dan dilancarkan pada malam menjelang kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Beberapa saksi mata mengatakan mereka melihat satu mobil melaju menuju gerbang hotel tersebut. Mereka melaporkan kemudian terjadi ledakan kuat.

Serangan itu terjadi meskipun di Mogadishu, dan khususnya daerah sekitar istana presiden, telah mendapat pengamanan ekstra ketat menjelang kunjungan Erdogan.

Sementara itu lebih dari 38.000 anak Somalia menghadapi resiko tinggi akan meninggal karena kelaparan meskipun tingkat kekurangan pangan telah membaik hampir sepertiganya di seluruh wilayah negara yang tengah dirongrong pertempuran itu, kata pakar PBB, Kamis (29/1).

Kajian yang didasarkan atas data yang dikumpulkan PBB itu dibuat hanya dalam tiga tahun sejak kekeringan dan perang menimbulkan kelaparan di negara Tanduk Afrika itu, dan menewaskan lebih dari seperempat juta orang.

Secara keseluruhan, lebih dari 731 ribu orang, termasuk 203 ribu anak-anak yang mengalami kurang gizi parah, menghadapi “ketidak-amanan pangan akut”, demikian laporan gabungan yang disiarkan oleh Unit Analisis Gizi dan Keamanan Pangan (FSNAU) dan Jaringan Sistem Peringatan Dini Kelaparan (FEWS NET) –yang didanai AS.

Namun jumlah total korban kelaparan tersebut turun 29 persen dari kajian sebelumnya, yang mencakup data enam bulan terakhir, dan “musim hujan yang cukup baik” pada akhir tahun 2014 disebut-sebut telah membantu petani.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*