harmono 19/07/2014

LOLA AMARIA SUTRADARAI FILM NEGERI TANPA TELINGAPOSKOTA.CO – Naga yang diperani T.Rifnu Wikana, tiba tiba merasa hidupnya terlalu menyakitkan. Padahal dia berprofesi sebagai tukang pijat yang notabene bekerja untuk menyembuhkan sakit seseorang.

Oleh karena itu, dia datang ke dokter Sangkakala (Landung Simatupang). Ia meminta kepada dokter sahabatnya itu untuk merusak gendang telinganya agar ia tidak lagi mendengar suara-suara yang menyakitkan hatinya itu.

Sementara sebuah rencana konspirasi besar dilakukan oleh Partai Amal Syurga. Sang ketua partai, Ustad Etawa yang diperankan secara apik oleh Lukman Sardi, bekerja sama dengan importir daging domba, berusaha memanipulasi uang negara untuk keuntungan partainya.

Rencana tersebut disusun rapi dengan berbagai dalih. Dan aktivitas partai yang senantiasa menggunakan simbol-simbol religi, ternyata berbanding terbalik dengan segala tindak-tanduk para petinggi partainya.

Partai Martobat adalah pengusung legitimasi politik di negeri itu. Piton (Ray Sahetapy) berambisi besar untuk menjadi presiden. Untuk itulah ia berusaha mendapatkan dana sebanyak-banyaknya dengan menggunakan pengaruhnya di parlemen dibantu oleh Joki Ringkik, teman separtainya yang mati-matian meyakinkan Piton untuk maju ke pilpres berikutnya.

Piton juga memainkan peran Tikis Queenta (Kelly Tandiono) seorang perempuan pelobi ulung yang bisa masuk ke semua lini parlemen dan orang-orang partai.

Dibalik itu semua, konspirasi dan rencana busuk kedua partai besar tersebut ternyata sudah dincar oleh Kapak, sebuah lembaga pemberantasan korupsi yang memang sudah mencium rekam jejak kedua partai itu. Di samping itu, aktivitas para petinggi partai juga sudah terendus oleh seorang host TV9 (TV Nine) bernama Chika Cemani (Jenny Zhang) yang melakukan investigasi lewat berbagai nara
sumber.

Piton yang sudah berusaha bermain bersih, ternyata menghadapi kenyataan ia harus berhadapan dengan Kapak. Awalnya, ia mengira bahwa Tikis Queenta mempunyai peran. Namun belakangan ia menduga tahu bahwa sang reporter lah yang membocorkan apa yang dilakukannya. Piton mempunyai hubungan akrab dengan sang reporter.

Telinga Naga lah yang sebenarnya menangkap semua percakapan dan perbincangan orang-orang itu. sebagai tukang pijat, ia mendengar semua pembicaraan orang-orang penting itu, bagaimana mereka melakukan transaksi busuk, mendengar keluh kesah Piton yang selalu tidak dianggap pun oleh istrinya sendiri.

Percakapan itulah yang membuat Naga muak. Orang kecil yang sangat mencintai istrinta, tetapi ia terjebak dalam suasana yang sangat tidak ia inginkan.

Telinga penting bagi cara berpikir dan kebeningan nurani. Tetapi ia menjadi indra yang menyakitkan ketika mendengar sebuah kebenaran yang berhadapan dengan nati nurani.

Sebuah film yang mengangkat tentang persekongkolan jahat para petinggi partai. Begitulah kiprah seorang Lola Amaria. Aktris seksi di tahun 90-an lewat besutan rumah produksinya, Lola Amaria Production, mengetengahkan film layar lebar bertajuk ‘Negeri Tanpa Telinga’ sebagai hiburan segar di Hari Raya Idul Fitri.

Rencananya, film yang dibintangi Lukman Sardi, Tanta Ginting, Landung Simatupang, Gary Iskak, Maryam Supraba,
Rukman Rosadi, Eko Supriyanto, Pasha Van, Ray Sahetapy, T.rifnu Wikana, Kelly Tandiono, Jenny Changini, bakal serentak diputar di bioskop seluruh Nusantara pada awal bulan Agustus mendatang. (Hakim Moesthaf)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*