harmono 11/04/2019


Oleh: dr Sarah Anike Etri Retraubun

PENYAKIT asam urat atau gout adalah sejenis penyakit sendi yang terjadi akibat kadar asam urat yang terlalu tinggi dalam darah. Pada kondisi normal, asam urat larut dalam darah dan keluar melalui air kencing. Tetapi dalam kondisi tertentu, tubuh dapat menghasilkan asam urat dalam jumlah berlebih atau mengalami gangguan dalam membuang kelebihan asam urat, sehingga asam urat menumpuk dalam bentuk monosodium urat dalam tubuh. Penumpukan asam urat akan membentuk kristal di sendi, yang dapat memicu nyeri dan pembengkakan di berbagai sendi tubuh. Meskipun umumnya terbentuk di sendi, kristal asam urat juga bisa terbentuk di ginjal dan saluran kemih. Kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi ginjal atau menyebabkan batu saluran kemih.

Lantas apa yang menyebabkan kadar asam urat di dalam tubuh tinggi? Penyebab asam urat tinggi adalah ketika Anda terlalu sering dan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung purin. Purin sendiri merupakan suatu zat kimia yang diproduksi secara alami oleh tubuh tapi terkandung juga dalam hampir semua bahan makanan yang mengandung protein. Ketika seseorang mengonsumsi makanan yang mengandung purin, maka tubuh akan mengolahnya menjadi asam urat.

Namun demikian faktor lain juga dapat menjadi penyebab tingginya risiko penyakit asam urat yaitu faktor jenis kelamin, pria lebih berisiko dibandingkan dengan wanita, orang yang lanjut usia, riwayat keluarga yang pernah menderita asam urat, menderita beberapa penyakit yang bisa meningkatkan risiko asam urat di antaranya: diabetes, gangguan fungsi ginjal, penyakit jantung, arterosklerosis, pembuluh darah tersumbat, penyakit infeksi, tekanan darah tinggi. Memiliki berat badan berlebih, mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti; aspirin, obat penghilang rasa sakit ini akan meningkatkan risiko asam urat bila dikonsumsi secara rutin 1-2 tablet per hari. Obat diuretik, yang biasanya digunakan untuk mengatasi penumpukan cairan di tubuh. Obat kemoterapi, yang digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kanker. Obat yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, seperti cyclosporine.

Penerapan gaya hidup juga berpengaruh besar terhadap perkembangan penyakit ini. Jika Anda banyak mengonsumsi makanan yang mengandung purin, seperti daging merah, jeroaan, sea food, sayur bayam, biji-bijian, kacang-kacangan, putih telur maka Anda akan berisiko tinggi terkena asam urat tinggi.

Dehidrasi juga dapat menjadi faktor risiko, karena bila Anda kekurangan cairan, maka tubuh akan sulit mengeluarkan zat asam tersebut melalui air kencing. Hal ini yang menjadi salah satu penyebab asam urat menumpuk di dalam tubuh.

Cedera juga dapat menjadi penyebab asam urat karena kondisi ini menimbulkan peradangan terlebih dulu pada sendi yang kemudian akan memicu munculnya gejala asam urat yang lainnya.

Seseorang dikatakan mempunyai asam urat yang tinggi (hiperurisemia) bila hasil pemeriksaan menunjukkan kadar asam urat, untuk pria lebih dari 7 mg/dl, dan untuk wanita lebih dari 6 mg/dl.

Pada tahap awal kadar asam urat yang tinggi akan tanpa gejala atau dalam istilah medis asimptomatik, kondisi ini dapat terjadi untuk beberapa lama, lama kelamaan bila tidak diatasi, serta tidak menjaga pola hidup sehat akan muncul serangan. Keluhan nyeri sendi dan mendadak sampai kesulitan untuk berjalan karena nyeri tersebut, sering pertama terjadi di pagi hari, sendi bengkak dan lunak, kemerahan, serta rasa panas dirasakan di sekitar sendi yang terkena. Sendi yang sering terkena adalah sendi di ibu jari kaki, dan biasanya hanya salah satu kanan atau kiri. Serangan ini dapat sembuh dalam beberapa hari hingga minggu, namun bila tidak terobati maka akan kambuh dan dapat mengenai lebih dari satu sendi.

Bila timbul gejala atau keluhan seperti disebutkan di atas segera konsultasikan dengan dokter, agar dapat mendapat penanganan yang seharusnya. Sambil tetap menjaga pola hidup sehat, banyak minum air putih, hindari minuman beralkohol, merokok, dan menghindari makanan yang mengandung protein tinggi. (Penulis adalah salah seorang dokter di RSUD Maren Kota Tual, Maluku)

 

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*