harmono 19/07/2014

hakim seputih cinta melatiPOSKOTA.CO – Suatu malam. Beberapa minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri, dua narapidana, Erik yang diperankan oleh aktor Asrul Dahlan dan Ivan yang dimainkan Chicco Jerikho, buron dari penjara.

Polisi pun bergerak cepat. Terus mengejar. Di sebuah perkebunan teh, kedua narapidana pun akhirnya terpaksa bersembunyi dan menyamar sebagai Pak Haji.

Di tempat berhawa sejuk ini, Erik dan Ivan bersua dengan kakak beradik Rian yang masih berusia 9 tahun, dan Melati (7) yang diperankan oleh Fatih Unru dan Naomi Ivo. Ivan menolong Melati saat kakinya terjepit oleh impitan jembatan kecil ketika hendak memancing ikan. Atas pertolongan dua narapidana itu, duo bocah pun menaruh respek terima kasihnya. Mereka bahkan merasa senang karena mendapatkan teman baru.

Di ujung puasa terakhir, Melati dan Rian datang membawa berbagai macam makanan berbuka puasa ke pondok yang dihuni dua narapidana tadi.

Erik yang awalnya menaruh curiga pada Melati dan Rian, merasa tersentuh dengan kebaikan hati kedua anak tersebut. Namun, semuanya terlambat ketika Andini (Sabai Morscheck), ibu Melati, dan Rian mengetahui siapa sebenarnya Ivan dan Erik.

Itulah persembahan terbaru dari Alenia Pictures, film reliji bertajuk ‘Seputih Cinta Melati’. Ini adalah hadiah istimewa bagi aktris veteran Nia Zulkarnaen (44) dari sang suami tercinta, Ari Sihasale (40).

“Kali ini saya dikasih hadiah sama Mas Ale (Ari Sihasale) untuk pulang kampung,” ujarnya, saat ditemui usai press screening film ‘Seputih Cinta Melati’, di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.

Ya, Alenia Pictures memang senantiasa mengambil lokasi syuting di daerah yang jauh dari ibukota. Namun, khusus kali ini, tempat yang paling cocok adalah Jawa Barat.

“Sebelumnya udah ke Papua, Sumbawa dan Atambua. Kali ini Ale melihat lebih cocok di Jawa Barat,” urai pemilik nama asli Vanya Zulkarnaen.

Menurut putri cantik pasangan aktor almarhum Dicky Zulkarnaen-Mieke Wijaya, film religi garapan sang suami ini sarat dengan pesan dimana hati anak-anak mampu mengubah sikap orang dewasa yang jahat menjadi lebih baik.

“Tema selain Ramadan adalah ketulusan, kejujuran dan kepolosan hati anak-anak yang mengubah orang dewasa. Juga mengajak lebih hati-hati menjaga anak-anak agar tidak jadi korban kejahatan,” kata Nia.

Berbeda dengan film-film yang pernah digarapnya, ini kali Ari Sihasale dan Nia Sihasale Zulkarnaen untuk pertama kalinya membuat film keluarga bertema reliji yang sangat syahdu dan romantis.

“Kami sudah sempat cek, memang belum pernah ada yang membuat film libur Lebaran dan anak-anak bertema religi saat Lebaran. Seputih Cinta Melati merupakan sisi lain dari ALENIA yang patut ditonton,” jelas Executive Producer ini.

Selain itu, untuk kali pertama pula Alenia mengangkat pesona Rancasuni, Ciwidey, Jawa Barat yang berhawa sejuk sebagai setting cerita. Seperti di film-film sebelumnya, Alenia memang piawai dalam mencari tempat-tempat yang bukan spot turis namun sangat indah untuk dijadikan lokasi syuting.

“Suasananya lokal sekali, kental kekeluargaannya. Cocok dengan jalan cerita ‘Seputih Cinta Melati’. Di sana tim artistik kami menyulap hutan pinus menjadi sebuah danau lengkap dengan pondok dan dermaga mungil,” kisah Ale yang sempat stres lantaran cuaca buruk selama syuting.

‘Seputih Cinta Melati’ menjual tema sederhana dengan jalan cerita yang kuat dan didukung pemain-pemain berkarakter. Intinya, ketulusan hati anak-anak mampu mengubah prilaku orang dewasa menjadi lebih baik. Sesuai tagline filmnya, “Allah Maha Penerima Taubat” yang diambil dari kutipan Alquran surat An Nasr.
(Hakim Mosthaf)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*