oleh

Victor Aritonang: Dunia Usaha Harus Bergerak Bersama agar Indonesia Terhindar dari Resesi

POSKOTA.CO – Permasalahan birokrasi dan administrasi yang menahan serapan anggaran pemulihan ekonomi nasional mesti segera diatasi. Jika belanja pemerintah tak optimal, peluang Indonesia masuk ke dalam resesi semakin besar.
Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jakarta Pusat RH Victor Aritonang berpandangan, di masa situasi ekonomi saat ini, kerja Birokrasi dan administrasi harus sangat optimal. Rantai-rantai birokrasi yang bisa dipangkas harus disederhanakan.

“Ini sejalan dengan pesan Pak Presiden untuk meningkatkan penyerapan anggaran dalam penanganan Covid-19. Lagi pula, sudah ada juga komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN), kita menanti langkah-langkah strategis dari Komite ini,” tegas Victor Aritonang, Jumat (14/8/2020).

Dalam rapat terbatas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN), Presiden Joko Widodo menegaskan, penyerapan berjalan lambat karena 40 persen anggaran belum memiliki Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Kementerian dan lembaga belum menyusun DIPA yang menjadi dasar pelaksanaan program dan disahkan kementerian keuangan. Kementerian dan lembaga dinilai masih terjebak pada cara kerja rutin dan belum memahami prioritas.

Victor mengatakan, cara kerja birokrasi di Indonesia sudah sejak lama memang terikat dengan sekian macam aturan yang sering saling bersinggungan. Namun demikian, Presiden telah dengan tegas mengatakan, untuk bekerja lebih optimal dengan prioritas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN), maka kementerian harus segera menerjemahkan itu.

“Lagi pula DIPA harusnya sudah disiapkan prosesnya sejak awal tahun untuk diserahkan ke Presiden,” tandasnya.

Bergerak Bersama
Dampak resesi terefleksi pada rumah tangga dan sektor riil. Jika resesi terjadi, angka pengangguran dan kemiskinan naik, sementara pendapatan masyarakat turun. Resesi mengurangi kualitas hidup masyarakat. Menurut Victor, dampak resesi tentu besar terhadap sektor riil dan kehidupan masyarakat. Maka pemerintah dan juga dunia usaha harus bergerak bersama agar Indonesia tidak jatuh dalam resesi seperti Korea dan Jepang.

“Masih sejalan dengan pendapat saya sebelumnya, bahwa salah satu jalan untuk menghindari melemahnya daya beli masyarakat adalah dengan subsidi pemerintah kepada masyarakat. Juga dengan belanja pemerintah yang efektif, diharapkan menghidupkan lagi dunia usaha yang selama pandemi ini mati suri. Kadin tentu akan menyambut baik dan bekerja sama dengan pemerintah dalam peningkatan kembali pertumbuhan ekonomi bangsa sehingga lapangan kerja kembali menyerap banyak tenaga kerja yang cukup banyak mengalami PHK sejak Covid-19 ini,” bebernya.

Di tengah ancaman resesi, harga dan permintaan sejumlah komoditas ekspor Indonesia membaik. Ini terjadi seiring dengan dibukanya kran impor Tiongkok, India, dan beberapa negara Eropa. Menurut pandangan Victor, selama masa pandemi di kuartal pertama dan kedua, para pengusaha eksportir kita banyak yang tiarap. Dengan dibukanya kran impor di negara-negara dengan jumlah penduduk besar di Asia dan Eropa, para ekportir kita kembali menggeliat.

“Kita tentu berharap ‘demand’ dari negara-negara tersebut dapat terus berlanjut untuk meningkatkan ‘variable injection’ dalam pertumbuhan ekonomi bangsa,” pintanya.

Victor Aritonang berharap, Indonesia sebagaimana juga banyak negara lain yang terdampak Covid-19 pasti mengalami pelemahan pertumbuhan ekonomi. Bahkan secara global pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tahun ini bahkan -3 persen hingga 5 persen. Inggris sendiri hampir mencapai -20 persen. Ini adalah gejala global.

“Tapi tentu saja kita optimis karena fundamental kita kuat. Berbeda dengan resesi sampai krisis 1998. Salah satu jalan keluar adalah dengan meningkatkan belanja pemerintah, tetapi belanja efektif. Jalan kedua, adalah dengan meningkatkan sisi ‘demand’ masyarakat dengan memberikan subsidi langsung pada masyarakat, untuk menjaga dampak berkurangnya ‘demand’ selama masa Covid-19,” tutupnya. (lian tambun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *