Otoritas Pelabuhan Priok Perintahkan Tiga Importir Ribuan Kontainer Limbah B3 Harus Selesai Dua Minggu

Read Time:1 Minute, 53 Second

POSKOTA.CO – Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok memanggil tiga importir pemilik ribuan container limbah plastik yang diduga mengandung Bahan Beracun dan Berbahaya (B3).

Dalam pertemuan tersebut Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Jece Julita Piris menginstruksikan kepada tiga importir untuk menyelesaikan pengurusan dokumen kepabeanan dan kewajibannya terhadap ribuan kontainer impor limbah yang masih mangkrak di Pelabuhan Tanjung Priok.

Ketiga perusahaan importir pemilik kontainer bermasalah tersebut.

yakni; PT New Harvestindo International, PT Harvestindo International, dan PT Advance Recycle Tecnology.

“Kami berikan batas waktu dua minggu agar perusahaan-perusahaan itu segera mengurus penyelesaian dokumen dan kewajiban importasinya,” ujar Jece kepada wartawan.

Ribuan kontainer impor berisi limbah plastik yang diduga mengandung bahan beracun dan berbahaya (B3) sudah lebih dari 180 hari masih menumpuk di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Jece mengungkapkan, OP Tanjung Priok juga telah menggelar rapat kordinasi mengenai penanganan menumpuknya kontainer impor bermasalah itu pada Selasa (7/1/2020).

Pemilik barang/importirnya diminta segera berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok maupun Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tangerang guna proses penanganan selanjutnya.

Rapat yang dipimpin Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Jece Julita Piris juga turut hadir dari Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Hubla Kemenhub, Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok, KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok, Kanwil Bea dan Cukai Banten serta Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tangerang.

Selain itu, PT Jakarta International Container Terminal (JICT), New Priok Container Terminal One (NPCT-1), TPK Koja, IPC TPK, Terminal Mustika Alam Lestari (MAL), PT New Harvestindo International, PT.Harvestindo International, PT Advance Recycle Tecnology, serta Asosiasi Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara Peti Kemas Indonesia (Aptesindo).

Data di Ditjen Bea dan Cukai, di Pelabuhan Tanjung Priok, masih terdapat 1.024 bok kontainer impor yang diduga berisi limbah plastik. Dari jumlah itu, sebanyak 14 kontainer memenuhi syarat, 2 kontainer telah di reekspor oleh PT PDPM, sementara 1.008 kontainer belum diajukan pemberitahuan pabeannya.

Kontainer-kontainer limbah plastik itu masuk dari berbagai negara antara lain; Australia, Belgia, Perancis, Jerman, Yunani, Belanda, Slovenia, Amerika Serikat, Selandia Baru, HongKong, dan United Kingdom.

Sekjen IMLOW, Achmad Ridwan Tento mengapresiasi langkah KSOP Tanjung Priok, sebab selama ini masalah limbah B3 di Priok sangat susah diselesaikan hingga dibiarkan mangkrak 6 bulan lebih di Pelabuhan.  (dr)

 

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *