oleh

Irwan Wijaya HS: Banpres Produktif, UMKM Belum Efektif

POSKOTA.CO – Ragam bantuan sosial termasuk subsidi gaji dan bantuan Presiden (banpres) produktif bagi UKM dinilai tidak akan cukup membuat Indonesia terhindar dari resesi. Namun, ragam perlindungan sosial itu bisa membuat Indonesia tidak jatuh kedalam jurang resesi yang dalan dan memberikan bantalan hidup bagi masyarakat.

Menurut Irwan Wijaya HS, sesungguhnya bantuan dan subsidi pemerintah tidak berkolerasi langsung dengan resesi yang dihadapi pemerintah, akan tetapi setidaknya telah memberikan harapan kepada masyarakat, khususnya UMKM akan kepedulian Pemerintah.

Waktu yang tersisa tidak cukup untuk mendongkrak daya beli pekerja dan menggerakan konsumsi masyarakat. Program subsidi gaji, misalnya akan sangat kecil efektifitas untuk membuat Indonesia terhindar dari resesi pada Triwulan III yang akan berakhir pada September 2020.

Dijelaskan Irwan, program subsidi gaji bagi pekerja berpenghasilan di bawah Rp5 juta kepada 15,7 juta pekerja dengan anggaran Rp. 37,8 triliun tentu nilainya sangat kecil untuk dapat membantu Pemerintah keluar dari bayang-bayang Resesi. Apalagi kata dia, pada akhir triwulan III bulan September 2020 ini subsidi gaji tahap pertama hanya untuk 2,5 juta pekerja yang masing-masing mendapatkan Rp. 600 ribu dengan total anggaran Rp.1,5 triliun, tegas Ketua Umum Komite Nasional Dewan UKM Usaha Kecil dan Menengah Indonesia, Senin (31/8/2020).

Meski dampak dari subsidi gaji terhitung kecil, program itu tidak berdiri sendiri. Oleh karena itu program lain seperti Banpers produktif UKM dan upaya peningkatan penyerapan anggaran pemerintah harus di optimalkan. Diterangkan Irwan Wijaya HS, bahwa Banpers Produktif UMKM juga belum efektif mendongkrak produktifitas UMKM, karena permasalahn utama yang dihadapi pasar saat ini adalah menurunnya daya beli masyarakat.

“Oleh karena itu, menurut saya, optimalisasi penyerapan anggaran pemerintah dapat meningkatkan daya beli masyarakat,” tandasnya.

Masih ada program lanjutan untuk pelaku UKM. berupa kredit lunak UKM bagi para pelaku UKM yang sebelumnya mendapat hibah Rp. 2,4 juta. Adapun penerimanya adalah pelaku UKM dan kreditur KUR yang mengajukan pinjam setelah Februari 2020. Dimana program ini diluncurkan September 2020 diperkirakan membutuhkan anggaran untuk subsidi bunga Rp. 1,7 triliun.

Irwan berpendapat, semua program pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi, khususnya terkait fasilitas UMKM, sebaiknya dilakukan secara terpadu dan komprehensif agar berdaya guna bagi penguatan kapasitas UMKM, pintanya. (lian Tambun/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *