oleh

IMLOW Surati Sucofindo-Surveyor Indonesia, Masalah Limbah B3 Akan Dibawa ke Jalur Hukum

POSKOTA.CO  – Indonesia Maritime Transportation and Logistic Watch (IMLOW) minta pertanggungjawaban Sucofindo-Surveyor Indonesia (KSO SCISI) karena telah mengizinkan  impor ribuan kontainer limbah yang masih mangkrak di Pelabuhan Tanjung Priok.

Akibat diizinkan masuk ke Indonesia, limbah plastik yang dikemas dalam ribuan kontainer ini sudah delapan bulan mangkrak di wilayah Pabean Pelabuhan Tanjung Priok serta mengganggu aktivitas bongkar muat.

Dalam surat kedua tertanggal 28 Februari 2020 yang ditandatangani Ketum Roely Panggabean, dan Sekjen IMLOW  Achmad Ridwan TE meminta klarifikasi dan tanggapan dari pimpinan KSO SCISI untuk segera menyelesaikan masalah tersebut.

IMLOW mengingatkan bila permasalahan impor diduga mengandung limbah B3 dan sampah di beberapa pelabuhan yang sampai saat ini belum ada penyelesaian dengan baik akan dibawa ke jalur hukum.

“Jika masalah ini tidak disikapi dangan baik dan benar tidak menutup kemungkinan kebijakan Kementerian Perdagangan RI dan KSO SCISI dalam melaksanakan Verifikasi/Penelusuran Teknis Impor (VPTI) Limbah Non B3 akan kita bawa ke pengadilan karena sudah merugikan banyak pihak,” ujar Ridwan Sekjen IMLOW.

Surat ke II ini sebagai tindak lanjut dari Surat IMLOW sebelumnya No.005/IMLOW/ VPTI /XII/19 tanggal 05 Desember 2019 Perihal : Klarifikasi KSO SCISI Sebagai Verifikasi/Penelusuran Teknis Impor (VPTI) Limbah Non B3, yang sampai saat ini belum ada tanggapan atau respon terhadap surat dimaksud.

Dalam Surat ke II ini  telah disampaikan kepada pimpinan KSO SCISI atas komitment dan pertanggungjawaban sebagai pelaksana Verifikasi Penelusuran Teknis Impor (VPTI) Limbah Non B3.

IMLOW dalam suratnya mengungkapkan sidak dari Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Perdagangan dan KSO SCISI 23 Januari 2020 di Pelabuhan Tanjung Priok berfokus pada layanan Jasa Pemeriksaan dan Pengawasan Perdagangan Ekspor Impor.

Bahkan Komisi IV DPR RI menemukan kontainer berisi sampah dari luar negeri. Sumber masalah Utama adalah KSO SCISI di duga melalaikan tupoksi yang telah diberikan amanah oleh Pemerintah dalam menjalankan tugas sebagai pelaksana Verifikasi/Penelusuran Teknis Impor (VPTI) Limbah Non B3. (d)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *