oleh

Di Tengah Pandemi Covid-19, Daging Ayam Olahan Indonesia Tembus Pasar Ekspor Jepang

POSKOTA.CO-Kementerian Pertanian melakukan ekspor produk daging ayam olahan ke Jepang di Tengah Pandemi Covid-19. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, hal ini  membuktikan bahwa standar kualitas produk peternakan Indonesia diakui dunia.

“Kami mengajak semua elemen untuk terus mendorong  Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian (GRATIEKS) dengan membuka peluang ekspor bagi peternak-peternak Indonesia dengan terus berupaya mengkonsolidasikan kepada semua pihak, baik pemerintah daerah, dan pelaku yang bergerak di sektor pertanian dari hulu hingga hilir agar bersatu dalam menyediakan pangan,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat melepas ekspor perdana Produk Daging Ayam Olahan ke Jepang, Selasa (1/9).

Menurut Mentan, kondisi ini harus mampu memacu semangat anak bangsa untuk produktif dan menjadikan komoditas pertanian Indonesia unggul dalam mengisi pasar dalam dan luar negeri. Ekspor komoditas peternakan Indonesia hingga saat ini telah mampu menembus pasar internasional, yakni seperti daging ayam olahan, Day Old Chick (DOC), Hatching Egg (HE), sarang burung walet, pakan ternak, obat hewan, daging wagyu, produk susu olahan, ternak babi, kambing dan domba hidup sampai ke produk larva kering (Black Soldier Fly) ke berbagai negara seperti Jepang, Myanmar, PNG, Timor-Leste, Malaysia, Inggris, Australia, Benin, Tiongkok, Hongkong, Taiwan, Singapura, Korea, Vietnam, Perancis, dll, hingga totalnya mencapai 97 negara di dunia.

“Kita terus berupaya mengidentifikasi negara tujuan baru atau produk yang diinginkan oleh negara lain kemudian kembangkan dengan memperhatikan mutu dan keberlanjutan pasokan” ungkapnya.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah menjelaskan, dari data ekspor peternakan tersebut jika dibandingkan dengan periode yang sama (Januari-Juli) pada tahun 2019 (YoY), volume ekspor saat itu sebesar 143.035 Ton dengan nilai USD 374.864.463 sehingga terjadi peningkatan yang signifikan pada volume ekspor sebesar 22,3% dan nilai ekspor sebesar 24,4%.

Negara tujuan ekspor produk unggas Indonesia saat ini yaitu antara lain Jepang, Myanmar, PNG, dan Timor-Leste. Namun peluang pasar ekspor produk unggas masih terbuka cukup luas, karena saat ini beberapa negara tujuan ekspor lainnya seperti Saudi Arabia, Singapura, Brunei dan Tiongkok masih dalam tahap penyelesaian proses pemenuhan persyaratan antar pemerintah (G to G). (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *