oleh

Bahas Bersama Kepala BKPM, Doso Agung Sebut Usulan JIIPE Jadi KEK sejak Setahun Lalu

POSKOTA.CO – Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Kabupaten Gresik adalah salah satu kawasan unggulan yang bisa ditawarkan kepada para investor untuk berinvestasi di Indonesia.

Keunggulan JIIPE adalah terintegrasi antara kawasan industri dan pelabuhan. Terlebih apabila Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Teknologi dan Manufaktur bisa segera ditetapkan. dan akan menjadi daya tarik luar biasa bagi para investor.

Prinsipnya, kata Bahlil, BKPM selalu support dengan segala sesuatu yang bertujuan mendatangkan investasi, asal semua itu sesuai aturan seperti perijinan dan yang paling penting harus memiliki dampak kepada negara dan masyarakat secara berkesinambungan, diantaranya seperti membuka peluang lapangan pekerjaan baru, pendapatan negara dan pendapatan daerah.

“Apalagi kalo kita lihat ini Jiipe memiliki konsep yang bagus yaitu kawasan indurstri yang langsung terhubung dengan pelabuhan ini adalah potensi buat kita semua.” tutur Bahlil Lahadalia  saat rapat koordinasi antara JIIPE, BKPM dan pemerintah daerah.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Direktur Utama Pelindo III Doso Agung beserta Direksi JIIPE dan jajaran Forkompimda setempat, Sabtu (14/3/2020), mendatangi JIIPE untuk melakukan rapat koordinasasi percepatan pembentukan JIIPE sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Teknologi dan Manufaktur.

Sementara itu, Direktur Utama Pelindo III Doso Agung telah mengajukan permohonan Java Integrated Industrial and Port Estate  menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk Teknologi dan Manufaktur  sejak setahun lalu.

Selaku salah satu pemegang saham JIIPE, Pelindo III berharap rencana JIIPE menjadi KEK Teknologi dan Manufaktur bisa segera terwujud, sehingga bisa mempermudah pengembangan JIIPE ke depannya.

“Dengan adanya rapat koordinasi antara JIIPE, BKPM dan pemerintah daerah terhadap JIIPE bisa mewujudkan daerah tersebut menjaddi kawasan ekonomi khusus,” harap Doso Agung.

Menurutnya,  pihaknya  memiliki bonus demografi dan konsumen yang luar biasa beragam. “Kalau  Kawasan Ekonomi Khusus Teknologi di JIIPE ini bisa terwujud, saya yakin banyak investor yang datang dan menanamkan modal mereka di sini. Ini menjadi peluang kita bersama,” tegas Doso Agung.

Sebagai satu-satunya kawasan industri di Jawa Timur yang terintegrasi langsung dengan pelabuhan sebagai gerbang masuk dan keluar logistik, Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Kabupaten Gresik merupakan aset berharga dalam meningkatkan nilai ekonomi melalui investasi dan pembukaan lapangan pekerjaan baru.

Guna mendorong pengusaha dan pemilik modal untuk berinvestasi di JIIPE, jajaran manajemen JIIPE berencana mengajukan wilayahnya sebagai Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Teknologi dan Manufaktur.

JIIPE merupakan kawasan industri di Jawa Timur pertama yang terintegrasi langsung dengan pelabuhan, dengan luas total mencapai 2.961 hektare. JIIPE digadang-gadang menjadi salah satu kawasan unggulan penggerak ekonomi Indonesia apabila dapat memperoleh status sebagai KEK Teknologi dan Manufaktur.

Rencana pengembangan kawasan JIIPE menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di bidang Teknologi dan Manufaktur mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Terbaru,

Tak hanya melakukan rapat koordinasi, mereka juga melakukan kunjungan lapangan di kawasan industri JIIPE. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah calon lokasi Smelter milik PT Freeport Indonesia seluas 100 hektare di dalam kawasan JIIPE. Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke kawasan pelabuhan JIIPE yang dioperasikan oleh PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS). (d)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *