KAPOLRES MERANTI DICOPOT, TIGA POLISI JADI TERSANGKA PASCAKERUSUHAN – Poskota.co
Saturday, September 23

KAPOLRES MERANTI DICOPOT, TIGA POLISI JADI TERSANGKA PASCAKERUSUHAN

POSKOTA.CO – Penyidik telah menetapkan tiga anggota polisi dari Kepolisian Resor (Polres) Meranti menjadi tersangka dalam perkara bentrok berdarah yang membawa korban jiwa di Kota Selatpanjang, demikian dikatakan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Brigadir Jenderal Supriyanto.

“Ada beberapa yang dilakukan pemeriksaan. Sampai hari ini tiga ditetapkan sebagai tersangka,” kata Brigjen Supriyanto di Pekanbaru, Minggu (28/8).

Meski begitu, Supriyanto belum bersedia membuka identitas ketiga polisi yang ditetapkan sebagai tersangka, karena penyidik masih terus mendalami keterangan mereka.

Supriyanto menandaskan, anggota yang terbukti bersalah pasti akan ditindak tegas, termasuk sanksi yang diterapkan, apakah sanksi administrasi, sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) hingga pidana. Hal itu untuk mengungkap kasus tersebut secara terbuka dan menciptakan keadilan.

“Untuk detailnya nanti dari Propam, termasuk arah sanksi yang akan diterapkan,” ujar Supriyanto.

Sebelumnya, sebanyak 15 anggota Polres Meranti diperiksa Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Riau terkait meninggalnya Apri Adi Pratama (24), tersangka pembunuh Brigadir Adil S Tambunan. Adil Tambunan tewas dengan sejumlah luka senjata tajam pada beberapa bagian tubuhnya.

Apri membunuh anggota Polres Meranti Adil Tambunan, karena asmara. Namun, Apri Adi Pratama yang merupakan pegawai honorer Dinas Pendapatan Daerah Meranti itu tewas sesaat berhasil diamankan petugas.

Pascatewasnya Apri, ribuan warga melakukan unjuk rasa di Markas Polres Selatpanjang. Mereka menuntut Kapolres AKBP Asep Iskandar menjelaskan penyebab kematian Apri. Aksi massa semakin memanas ketika jumlah warga mencapai 2.000 orang.

Warga dan polisi terlibat lempar-lemparan batu hingga menyebabkan seorang pengunjuk rasa bernama Isrusli meninggal dunia.

Terkait peristiwa itu, Kasatreskrim Polres Meranti AKP Aditya Warman dan 14 jajarannya diperiksa Bidang Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Riau

“Sebanyak 15 orang personel Polres Meranti saat ini masih diperiksa di Mapolda Riau. Termasuk Kasat Reskrimnya,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo.

Guntur mengatakan, ke-15 orang tersebut diperiksa untuk dua perkara berbeda, yakni terkait tewasnya tersangka pembunuh polisi Birgadir Adil S Tambunan dan Apri Adi Pratama, kemudian terkait tewasnya Isrusli.

Dicopot
Pascakerusuhan demo besa-besar, Kapolres Meranti AKBP Asep Iskandar akhirnya dicopot dari jabatannya. Asep kini ditarik ke Polda Riau. Penggantinya AKBP Barliansyah yang sebelumnya Kasat PJR Ditlantas Polda Riau, sebagaimana
disampaikan Kapolda Riau Brigjen Supriyanto.

“Pencopotan ini kita lakukan untuk menyelesaikan pascakerusuhan di Meranti. Jadi untuk sementara ini kita tarik ke Polda Riau,” pungkas Supriyanto.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_11694" align="alignleft" width="406"] Komjen Budi Gunawan[/caption] POSKOTA.CO - Jimly Asshiddiqie salah sati tim 9 yang dimintai pendapat Jokowi setuju dengan usulan Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. "Itu sangat indah dan ideal," ungkapnya di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015). Menurutnya masalah konflik KPK Vs Polri memang berawal dari ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka transaksi mencurigakan, padahal saat itu selangkah lagi mantan ajudan Megawati itu akan menjadi Kapolri. Kepada masyarakat dan khususnya jajaran Polri diminta untuk mensuport tegaknya hukum. "Ini untuk kepentingan bersama,Kita harus sama-sama menyelamatkan institusi KPK maupun Polri" tambahnya. Sebelumnya, Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. Menurut mantan Rektor UGM itu, akan sangat indah jika Budi mundur. Kalau tidak mundur berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan," kata Pratikno kepada wartawan di Istana Negara.