oleh

Tetap Berikan ASI, Ini Panduan Aman Menyusui Masa Pandemi Covid-19  

-Daerah-93 views
POSKOTA.CO – Pandemi COVID-19 telah membuat para ibu khawatir menyusui anak-anaknya. Mereka takut ASI dapat menularkan virus corona.

Hal tersebut dikatakan dr. I Gusti Ngurah Twi Adnyana, Sp.A saat membuka sesi webinar tentang Apa yang Perlu Diperhatikan saat Memberikan ASI Dimasa Pandemi COVID-19 yang digelar Siloam Hospital Bali.

Kondisi tersebut tentu tidak perlu terjadi. Sebab data ilmiah menyebutkan bahwa penularan virus corona selama hamil sangat jarang terjadi. Dan hingga kini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa COVID-19 terdeteksi pada ASI.

Ia mengingatkan bahwa ASI merupakan asupan yang protektif karena mengandung antibodi dan sebagai nutrisi terbaik dengan harga murah. Kandungan zat imunitas pada ASI berfungsi sebagai colostrum dan kaya akan protein. Karena itu seyogyanya ibu tetap melanjutkan memberikan ASI kepada anaknya dengan jadwal rutin.

Agar kegiatan memberikan ASI tetap aman dari penularan COVID-19, dr Gusti Ngurah memberikan beberapa panduan. Di antaranya, jika ibu mengalami sakit dengan gejala ringan disarankan untuk melalui (ASIP) ASI perah.

“Tetapi jika  sakit dengan gejala yang berat disarankan untuk rawat inap dengan tetap memberikan ASIP,” lanjutnya.

Sedang untuk kondisi ibu sehat atau bebas dari COVID-19 maka ibu menyusui bisa langsung memberikan ASI dengan 3W, yaitu Wear mask, Wash hand, dan Wipe surface.

Terkait ASI perah, dr Gusti Ngurah mengatakan sampai saat ini virus corona belum ditemukan di dalam ASI. Sehingga untuk sementara dapat disimpulkan bahwa virus ini tidak dapat ditularkan dengan memberikan ASIP  dari seorang ibu positif COVID-19 atau diduga terinfeksi sekalipun. Untuk itu sebaiknya ibu tetap berikan ASI.

“Pemberian susu formula selalu ada resiko karena bukanlah pilihan yang tepat untuk sebagian besar bayi, ada banyak faktor yang dapat ditimbulkan seperti banyak keluarga yang tidak memiliki air bersih di lingkungannya, hal ini dapat meningkatkan resiko bayi mengalami diare atau gizi buruk,” jelasnya.

Hal yang harus tetap diingat saat seorang ibu memberikan ASIP adalah sterilisasi alat dan penyimpanan yang benar. Penyimpanan dengan beberapa proses yang harus diperhatikan adalah

penyimpanan di kulkas baik freezer maupun refrigerator antara 2 hari sampai 2 minggu. Dan saat akan digunakan ASIP harus direndam dahulu pada wadah isi air hangat, dan jangan direbus di atas kompor masak. ASIP hanya digunakan sekali pakai dan tidak dapat disimpan kembali.

Saat penyimpanan ASIP, volume dalam botol maksimal 150 ml dan saat pemberian, maksimal kurang dari 12 jam setelah dikonsumsi.

Adapun jika pemberian ASI harus dilakukan di tempat umum maka wajib perhatikan antara lain kebersihan mulai dari ruang laktasi, cuci tangan terlebih dahulu dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer.

Lalu, gunakan masker jika berada di tempat umum, mengingat saat ini pandemi COVID-19 masih berlangsung. Jangan lupa gunakan nursing cover agar bayi tidak mudah terpapar oleh lingkungan di tempat menyusui. Dengan begitu resiko penularan pun bisa berkurang.

“Pada prinsipnya,  besarnya manfaat menyusui sebenarnya jauh melebihi potensi resiko penularan dan penyakit lain yang terkait COVID-19,  jadi untuk para ibu menyusui jangan takut memberikan ASI pada bayinya,” tutup dr Gusti Ngurah. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *