by

Tak ada Ampun Rentenir Tetap Tagih di Bawah Amukan Corona

-Daerah-178 views
Read Time:1 Minute, 47 Second

POSKOTA.CO – Dampak pandemi mewabahnya Virus Corona (Covid-19) di negara Indonesia membuat pemerintah mengambil keputusan yang sangat tidak diharapkan bagi warga negara Indonesia, namun dengan alasan keselamatan dan kesehatan pemerintah harus mengeluarkan kebijakan agar segala aktifitas dilakukan dirumah masing-masing guna menghindari penyebaran Covid-19.

Mulai aktifitas belajar sampai mengurangi dan menutup semua kegiatan sektor usaha Masyarakat dari lapisan menengah dan bawah.

Hal inipun berdampak semakin terhimpitnya kebutuhan hidup masyarakat bawah seperti yang di alami Ningsih Kurniasih(34) ibu rumah tangga asal Desa Karang Wangi, Karang Wareng, Cirebon Jawa Barat.
“saya harus cari uang buat cicilan hutang yang bunganya sangat mencekik saya, saya bingung gak tau harus kemana cari uang untuk bayar sementara buat makan nanti sore saja belum ada,” Keluhnya saat ditemui Crew Poskota.Co., Kamis (02/04).

Menurut keterangan Ningsih dilingkungannya memang ada seseorang yang meminjamkan uang berinisial SN dengan bunga yang tinggi dan disaat menagih harus ada saat itu juga, bahkan bukan hanya dirinya saja yang meminjam uang kepada SN hampir semua tetangganya pun memiliki pinjaman sejumlah uang dengan beberapa perjanjian harian, mingguan dan bulanan dan semua mengeluhkan saat SN melakukan penagihan dengan cara memaksa disaat yang bersangkutan belum bisa membayarnya bunganya.

Ditempat berbeda, Ridwan(31) salah satu pedagang mainan keliling yang kini berhenti berjualanpun mengeluhkan. “Dia itu (SN) sering memaksa kalau ada orang yang belum bisa bayar kepada saya pun begitu, kalau menagih sama saya dan saya belum ada uang dia minta hari itu juga harus ada, ya terpaksa saya cari pinjaman ke tetangga atau siapa saja termasuk kepada saudara-saudara saya yang penting saya bisa bayar kepada (SN), Kalau ga dapet cari pinjaman lagi ya terpaksa saya cari apa yang bisa saya jual apalagi situasinya sekarang tau sendiri sedang begini,” ujarnya dengan iba.

Ditambahkan Ridwan bukannya pemerintah sekarang memberikan penundaan tagihan selama satu tahun oleh semua perusahaan Bank dan Leasing kepada masyarakat yang memiliki sangkutan cicilan. “Di Televisi dan di Medsos katanya ada penundaan tagihan tapi ko masih saja ya banyak juga itu yang punya cicilan motor di tagih sama colektor,umpama mereka dilaporkan apa ada sangsi dan hukuman ya termasuk barangkali para rentenir seperti (SN) itu,” Pungkasnya sambil berharap. (wahydn)

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
100 %
Surprise
Surprise
0 %

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini