oleh

Relawan di Balik Layanan Saluran Telepon Cepat Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat

-Daerah-65 views

POSKOTA.CO – Jumlah penambahan kasus Covid-19 di Indonesia masih sangat tinggi. Berbagai tindakan preventif sudah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Banyak masyarakat yang berpartisipasi menjadi relawan untuk bersama-sama membantu memutus rantai penularan. Relawan menjadi unsur yang tidak terpisahkan dalam upaya memberantas Covid-19.

Relawan Covid-19 Nasional (Recon) merupakan gerakan relawan yang dikoordinir oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI), dan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI). Program Recon sudah berjalan sejak bulan Maret 2020 dan masih bergerak hingga saat ini.

Program kerja yang telah dilakukan oleh Recon sejauh ini adalah melakukan komunikasi informasi edukasi dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring) kepada masyarakat di seluruh Indonesia. Recon terdiri dari mahasiswa Kesehatan dan Non Kesehatan, serta tenaga kesehatan profesional yang tersebar di seluruh Indonesia.

Acara bincang-bincang relawan dari Tim Pengelola Recon pada Senin (9/8/2020) menghadirkan Fatimah Az-Zakiyah SKed. Fatimah merupakan Recon yang juga aktif di Relawan Pusat Informasi dan Komunikasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar). Selain itu Fatimah merupakan mahasiswa klinik program studi kedokteran Universitas Islam Bandung. Kesibukannya sehari-hari selain mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari kampusnya, Fatimah juga menjadi relawan Pikobar di bidang layanan saluran telepon cepat (hotline).

Pada acara Bincang-bincang Relawan, Fatimah menceritakan mengenai motivasi dirinya mau bergabung menjadi Recon dan juga Pikobar. Fatimah bercerita, “Saya sebagai mahasiswa Pendidikan kedokteran yang memiliki pengetahuan lebih terhadap kesehatan, merasa memiliki tanggung jawab lebih untuk berperan di masyarakat.”

Sebelum mendaftar menjadi Recon, Fatimah juga membekali dirinya dengan pelatihan dari Ditjen Dikti yang bekerjasama dengan Perwakilan WHO di Indonesia dan juga memanfaatkan fasilitas kelas daring yang sudah tersedia di internet. Setelah mengikuti pelatihan, Fatimah mengaku menjadi paham apa saja hal yang perlu disampaikan saat memberikan edukasi kepada masyarakat awam.

Pada awalnya Fatimah dan relawan lain yang berdomisili di Jawa Barat mendapat info untuk mendaftar menjadi relawan Provinsi Jawa Barat melalui grup percakapan Recon. Setelah itu seluruh relawan yang lolos seleksi akan di distribusikan ke beberapa instansi pemerintah yang membutuhkan relawan. Seperti Pikobar, Lab Kesehatan Daerah di Jawa Barat, dan BPBD Jawa Barat. Total kurang lebih terdapat 100 Recon yang ikut aktif membantu menjadi relawan di Jawa Barat.

Di Pikobar Fatimah bertugas di bagian hotline yang berperan dalam memperjelas info kesehatan terkait Covid-19 dan memberantas hoaks yang beredar di masyarakat. Pelayanan hotline dilakukan melalui aplikasi percakapan. Dalam satu hari jumlah pertanyaan yang masuk ke hotline Pikobar dapat mencapai 80-100 pertanyaan.

Dari pengalamannya menjadi Recon dan Relawan Pikobar, Fatimah mengaku mendapat pelajaran baru. “Kita bisa belajar untuk menjawab pertanyaan secara jelas dan tepat sesuai maksud dari pertanyaan tersebut. Tentunya kemampuan komunikasi ini akan sangat berguna dimasa yang akan datang,” jelasnya.

Hal yang menarik selama Fatimah menjadi seorang relawan adalah banyak masyarakat yang proaktif untuk memperluas wawasan mereka terkait Covid-19 dan protokol kesehatan yang harus diterapkan. Hal ini terbukti setiap kali dirinya selesai memberi penjelasan, biasanya masyarakat tersebut kembali memperdalam pertanyaan yang ditanyakan. “Rasa keingintahuan tersebut harus diimbangi pula dengan sumber yang terpercaya. Maka dari itu di Jawa Barat ada layanan hotline dari Pikobar,” ungkapnya.

Ia juga bercerita bahwa para Recon yang bertugas di Pikobar sangat disambut baik oleh pihak Pikobar dan bahkan jadwal kerja yang diberikan untuk relawan cukup fleksibel. Sehingga dirinya ungkapkan lebih mudah dalam mengatur waktu menjadi relawan dan menjadi mahasiswa yang masih mengikuti pembelajaran jarak jauh hingga saat ini.

Pada akhir sesi bincang-bincang relawan, Fatimah berharap agar Covid-19 dapat segera berakhir. “Garda terdepan dalam penanganan Covid-19 adalah tenaga medis, namun garda terdepan untuk pencegahan adalah masyarakat semua. Maka dari itu berakhirnya Covid-19 akan bergantung pada diri kita masing-masing,” pungkasnya. (*/fs)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *