oleh

Rakorbin Kowad Wijayakusuma untuk Menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0

-Daerah-102 views

POSKOTA.CO – Di usia 75 tahun bangsa Indonesia merdeka di mana era globalisasi saat ini memiliki dampak perubahan sikap tata nilai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kehidupan yang lebih baik.

Era globalisasi revolusi industri 4.0 juga menyebabkan terjadinya beberapa perubahan pola pikir dan tatanan kehidupan, baik sebagai prajurit TNI maupun individu.

Dalam penyelenggaraan Rapat Koordinasi Pembinaan (Rakorbin) Kowad di Ruang Data Makorem 071/Wijayakusuma Sokaraja Banyumas, Selasa (11/8/2020), Aspers Kasad Mayjen TNI Mulyo Aji MA menyampaikan melalui video conference, bahwa sebagai prajurit TNI, Korps Wanita TNI AD harus dapat berpikir lebih maju untuk TNI AD di usia 75 tahun Indonesia merdeka.

Dikatakan, Rakorbin Kowad Terpusat merupakan wahana penyampaian persepsi dan koordinasi penyelenggaraan pembinaan Kowad menuju prajurit wanita yang profesional dan unggul.

“Kowad memiliki pembinaan yang lebih karena selain sebagai prajurit wanita yang profesional, juga sebagai ibu dari anak-anaknya. Kowad harus mampu menanamkan pola komunikasi keluarga yang demokratis untuk mengakomodasi perubahan generasi dalam keluarga yaitu pada ideal berkumpul, komunikasi, berinteraksi dan berbagi. Ke depan kebijakan pimpinan TNI AD akan semakin
ditingkatkan karena profesionalisme Kowad yang telah menjadi suatu keharusan,” paparnya.

Era society 5.0 adalah konsep untuk menjawab tantangan kemajuan teknologi agar dapat berdampingan dan selaras dengan kehidupan manusia. Saat ini beberapa personel Kowad telah dipercaya untuk menduduki jabatan-jabatan strategis.

Karenanya, menurut Aspers Kasad, sebagai prajurit wanita TNI AD harus maju baik dalam bidang kemiliterannya maupun sebagai seorang ibu. Keduanya harus dapat selaras dan seimbang dalam menata kehidupannya.

Sementara menurut Aris Ahmad Jaya, motivator di dalam webinarnya yang dilaksanakan secara serentak dalam Rakorbin Kowad Terpusat 2020 dengan tema “Menjadi Kowad sebagai Prajurit TNI Wanita Profesional di Era Revolusi 4.0 dan Society 5.0” yang diikuti oleh perwakilan anggota Kowad Subkoor Korem 071/Wijayakusuma mengatakan, bahwa Kowad harus cerdas dan profesional dan menjawab tantangan sekaligus peluang di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0.

“Perubahan teknologi yang drastis dan cepat, yang muncul pada era revolusi industri 4.0 memaksa militer harus mampu beradaptasi dengan lebih cepat dan berevolusi untuk melakukan perubahan-perubahan besar,” ungkapnya.

Aris menuturkan, kemampuan militer harus dikembangkan dengan berbasis teknologi digital big data dan artificial intelligence.

Lebih lanjut dikatakan, kapasitas Kowad yang harus ditingkatkan di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 yaitu cerdas mengelola respons, cerdas memperbesar kapasitas Kowad, dan cerdas mengelola masa depan.

Guna meningkatkan kompetensi dan kapasitas prajurit TNI, khususnya Kowad harus mampu menguasai teknologi untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM). Untuk itu Kowad harus mampu saat dibutuhkan dan beradaptasi untuk melakukan perubahan dengan melakukan peningkatan kualitas personel yang mampu mengolaborasi ilmu pengetahuan dan penguasaan teknologi informasi.

Dengan demikian, Kowad harus mampu menjadi korps yang disegani, dihargai dan dibanggakan oleh keluarga, masyarakat dan negara. Bukan hanya sebagai mawar penghias taman, tetapi harus menjadi melati pagar bangsa,” pungkas Aris. (cw-dea/wahy)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *