oleh

Pasar Tradisional Didorong Menjadi Pasar Tangguh dan Berstandar Nasional

-Daerah-135 views

POSKOTA.CO – Disampaikan Umi Zahrok bahwa Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur menerima undangan dari Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Pemerintahan dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur di Jember perihal pemantauan pasar rakyat dengan skema ganjil genap dan/atau physical distancing, surat tertanggal, Jember 17 Juni 2020.

Umi  menjelaskan, dalam  kegiatan tersebut rombongan membagikan masker kepada pedagang dan pengunjung pasar sekaligus melaksanakan edukasi terkait penataan pedagang dan pengunjung  agar memperhatikan protokol kesehatan sehingga pasar tradisional dapat menjadi pelopor sebagai  ‘Pasar Tangguh’ dan Ber-SNI (Standar Nasional Indonesia).

Menurut Umi Zahrok, dengan dibukanya pasar-pasar tradisional pada normal baru, perekonomian akan terjaga pertumbuhannya seperti Pasar Klojen di Lumajang. “Alhamdulillah sistem pengaturan lapak ganjil genap dapat diterapkan, pedagang bisa berjualan dan masyarakat dapat memenuhi berbelanja kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Sementar itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, tantangan terberat di masa pandemi Covid-19 ini adalah mengedukasi masyarakat Lumajang tetap hidup sehat. Status zona kuning saat ini bisa sesegera menjadi zona hijau.
“Geliat ekonomi di masyarakat sudah kita hidupkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan jaga jarak,” jelas Thoriq.

Kepala Bakorwil Pemerintahan dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur di Jember, R Tjahjo Widodo, SH, MHum berharap, pasar-pasat tradisional dapat berkompetitif dengan pasar moderen, dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Adapun pendampingan terhadap pasar-pasar tradisional tersebut adalah Disperindag,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri yakni, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Bakorwil V Pemerintahan dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur Jember, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jatim, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jatim, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim, serta perwakilan BKKBN Provinsi Jatim. (mak)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *