oleh

Karang Taruna Melakasari Cirebon Gandeng Mahasiswa KKN Bersihkan Sampah Kawasan Pantura

-Daerah-288 views

POSKOTA.CO – Dalam rangka menunjukkan bentuk keprihatinan dan kepedulian pemuda terhadap problem darurat sampah di Kabupaten Cirebon, Karang Taruna Bina Karya Desa Melakasari menggandeng mahasiswa-mahasiswi Kuliah Kerja Nyata dari Rumah (KKN DR) 2020 IAIN Syekh Nurjati Cirebon beserta Irmas Gafururrohim Desa Melakasari melakukan kegiatan pembersihan sampah di sekitar Jalan Raya Pantura Cirebon-Losari tepatnya di samping SMK Yasmi Gebang, Rabu (22/7/2020).

Kegiatan yang dilakukan mulai pukul 07.00 WIB itu guna memberikan bentuk edukasi kepada anggota karang taruna dan mahasiswa-mahasiswi khususnya, dan umumnya pada masyarakat Desa Melakasari. Kegiatan bersih-bersih sampah ini juga didukung langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon terkait penyediaan armada angkutan sampahnya.

Menurut Ketua Karang Taruna Bina Karya Desa Melakasari Hendra Sulistio, kegiatan ini kami lakukan atas inisiatif kami beserta para mahasiswa-mahasiswi IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang ingin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang betapa urgensinya permasalahan sampah di desanya.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari DLH Kabupaten Cirebon terkait penyediaan armada angkutnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Hendra mengatakan, Karang Taruna Bina Karya siap menjadi leading sector dan penanggung jawab soal tata kelola penanganan masalah sampah di Desa Melakasari secara kompherensif, tinggal bagaimana tanggapan dan respons dari Pak Kuwu sebagai pemangku kebijakan.

“Terkait konsep dan sistem ke depannya, kita sudah mempunyai gambarannya,” ucapnya.

“Kita juga sudah berkoordinasi dan sharing dengan beberapa aktivis muda Cirebon Timur pemerhati lingkungan terkait konsep urgensi masalah sampah,” sambung Hendra.

Hal senada disampaikan Aiman, selaku aktivis muda Cirebon Timur pemerhati lingkungan yang juga merupakan ketua Forkoci DPC Gebang menyatakan, tata kelola penanganan sampah di Kabupaten Cirebon itu sebenarnya bisa diselesaikan di tingkat desa, asalkan adanya bentuk keseriusan yang dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh pemerintah desa baik terkait konsep, pelaksanaan dan sinerginya antara hulu ke hilir.

“Sementara untuk bisa mewujudkan hal tersebut, harus ada sinergi yang berkesinambungan antara pemdes dan seluruh unsur lembaga desa untuk terus memberikan sosialisasi dan edukasi pemahaman kepada masyarakat terkait sistem yang benar mengenai masalah sampah,” tuturnya. (cw-man)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *