oleh

Demo terhadap Kades Wangunrejo hanya Kepentingan Kelompok dan Pribadi

-Daerah-283 views

POSKOTA.CO – Aksi demo pekan lalu(18/7/20) oleh Warga perumahan Taman Mutiara Persada Desa Wangunrejo Kec. Margorejo Kab. Pati Jawa Tengah dipicu kepentingan kelompok dan kepentingan pribadi beberapa orang yang tak puas terkait pembangunan desa.

Demo yang menuntut dugaan korupsi 2.5 Milyar hanya asal menuduh alias hoax. Kemudian tuduhan warga atas dugaan pungli jual beli tanah oleh jarum adalah bukan sebagai penjual tanah. Apalagi para penjual tanah itu sudah tidak ada permasalahan lagi. Artinya penjual tanah itu sudah membuat surat pernyataan.

Warga perumahan Taman Mutiara Persada memang sebagian besar adalah warga pendatang bukan pribumi asli Desa wangunrejo. Kemudian adanya tulisan di makam II Dukuh Kaliampo yang diartikan diskriminatif adalah tuduhan yang tidak berdasar.

Warga pribumi tidak pernah melakulan tulisan dengan bentuk apapun. Sebab kelompok yang menuduh membuat tulisan hanya sebagai bentuk opini saja untuk menyudutkan pemerintah Desa wangunrejo.

Sementara warga pribumi asli kelahiran kaliampo Agus, Selasa(21/7) membantah,” semua atas dasar kekecewaan dan kepentingan segelintir orang saja. Sebab yang menyeponsori demo juga ingin pembangunan di wilayah minta dimanja sebab jika demikian otomatis untuk melancarkan usahanya,”terang Agus.

Dia menambahkan.”Warga di perumahan itu bisa di hitung dengan jari yang demo kemarin hanya saja pihak dari luar yang ikut bergabung,jujur saja warga pribumi itu kebanyakan kaum jadi tidak mau terkontaminasi okeh pihak pihak yang menunggangi kepentinganya,”tandas pria muda satu anak itu.

Kemudia Rifai juga membantah dengan adanya dugaan berbagai tuduhan itu tidak benar.”semua tuduhan tuduhan itu tidaklah benar.saya sendiri seumur saya ini mulai dari kepala desa wangunrejo yang pertama yaitu Subari,Desa ini selalu nyaman tidak ada gejolak namun setelah adanya warga pendatang Desa kami merasa kurang nyaman,”terang warga asli kaliampo rw 01.

Kemudian sekretaris RT 02 T Hariwibowo,Desa kami ini merasa terinjak adanya ketidak puasan para pendatang yang mementingkan kepentingan pribadinya,kami saja warga asli pribumi tidak menyoal terkait pembangunan apalagi anggaran desa juga selalu dilaksanakan oleh pemerintah desa.(tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *