oleh

Corona Lumpuhkan Terminal Harjamukti Cirebon

POSKOTA.CO – Hampir dua pekan berlalu, Terminal Harjamukti Kota Cirebon, Jawa Barat yang merupakan terminal terbesar di Wilayah 3 Cirebon hampir lumpuh karena pandemi Corona (Covid-19).

Demikian disampaikan oleh Kepala Terminal Harjamukti Komarudin SE melalui Petugas Pengatur dan Penguji Dikdik SE didampingi oleh Arif P, saat ditemui awak media POSKOTA.co, Selasa (31/3/2020).

Dalam pengamatan POSKOTA.co, Terminal Harjamukti terlihat lengang hanya ada tiga bus yang sedang standby menunggu penumpang, begitu juga dengan di ruang tunggu penumpang hanya ada beberapa calon penumpang yang sedang menunggu bus.

Menurut Dikdik, di Terminal Harjamukti telah dilakukan penyemprotan disinfetan yang dilakukan oleh PMI bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Kodim 0620 Kota Cirebon, Sat Brimob Den C, beberapa hari yang lalu.

“Kami sangat apresiasi lembaga dan institusi bersinergi melakukan penyemprotan disinfektan, karena bagaimanapun terminal merupakan tempat berkumpulnya orang sehingga rentan penularan Corona, kami mengimbau kepada para awak bus agar selalu menjaga kesehatan dan kebersihan pribadi maupun perlengkapan sehingga daya tahan tubuh kita kuat dan virus Corona tidak akan masuk ke tubuh kita, jaga kesehatan jaga kebersihan untuk diri sendiri, keluarga, kawan-kawan, saudara dan kita semua,” paparnya.

Ditambahkan Dikdik, para karyawan dan stakeholder yang ada di terminal selalu melakukan imbauan dan anjuran dari pemerintah baik penggunaan masker, selalu cuci tangan setelah memegang sesuatu, maupun menjaga jarak atau physical distancing hal ini untuk mencegah agar tidak menularkan atau tidak tertular oleh virus Corona.

“Kepada para penumpang kami mengimbau agar tidak bepergian yang tidak penting sekali atau darurat demi menjaga kemaslahatan bersama di terminal ini, juga para penumpang harus melalui pemeriksaan suhu tubuh thermo gun, setelah itu harus masuk ke ruangan box chamber, kemudian segera mencuci tangan di tempat yang telah disediakan. Setelah itu akan dicatat dari mana dan akan ke mana arah tujuannya, itu kami lakukan demi menjaga keselamatan bersama,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan Dikdik, kami sangat kasihan kepada para kru mobil bus karena mereka harus tetap memberikan nafkah bagi keluarga, istri dan anak-anaknya, sementara kondisi di lapangan sangat sepi penumpang. Tetapi walaupun seperti itu mereka tetap semangat, ada banyak perusahaan otobus yang tidak mengeluarkan kendaraannya karena memang penumpang baik dari Cirebon maupun ke arah barat atau ke arah timur sangat sedikit sehingga pasti akan menambah biaya bagi perusahaan otobus.

“Tentunya kalau bicara soal perut, bicara soal ekonomi, kami pribadi sangat prihatin dengan kondisi ini, wabah ini bukan saja ada di Cirebon dan di Indonesia saja tetapi hampir seluruh dunia,” imbuhnya.

“Selain itu, kami juga selalu berkoordinasi dengan pusat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, dan kami selalu melakukan prosedur tetap untuk memutus mata rantai penyebaran Corona, mengurangi dampak virus Corona. Harapan kami kondisi seperti ini segera berlalu sehingga aktivitas kita, aktivitas semua masyarakat dan kegiatan ekonomi normal seperti biasa. Kasihan kalau terus-menerus kondisi seperti ini tentu sangat prihatin mari kita bersama-sama berdoa agar kondisi seperti ini cepat berlalu,” pungkas Dikdik diamini oleh petugas lainya Arif P. (zip/manf)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *