oleh

Advokat Konstan Siga Hadiri Tawasul Ponpes Al-Ishlah Buntet Cirebon

-Daerah-214 views

POSKOTA.CO – Acara munajat manakib/tawasul rutinan yang dilaksanakan setiap Senin malam di Pondok Pesantren Al-Ishlah di bawah pimpinan KH Soleh Zuhdi, Desa Buntet (Pesantren)/LPI Blok Sida Bagus, Kecamatan Astana Japura, Kabupaten Cirebon dihadiri Konstan Siga SH, MH, CLA salah satu advokat/pengacara ternama yang berkantor di Ruko Pesona Harapan Indah No 11, Jalan Pejuang Raya Bekasi.

Di samping menangani sejumlah permasalahan kliennya, Konstan Siga juga kerap membantu permasalahan masyarakat kecil dan membantu pembangunan-pembangunan beberapa masjid dan pondok pesantren.

Seperti kehadirannya di manakib Ponpes Al-Ishlah, Konstan Siga berencana menyisihkan sebagian rezekinya dengan menyalurkan bantuan untuk pengembangan Ponpes Al-Ishlah di Desa Buntet (Pesantren).

Kepada POSKOTA.co, Senin (20/7/2020) malam di tempat acara, Konstan Siga mengatakan, saya seorang Katolik dari Flores Nusa Tenggara Timur (NTT), namun kedekatan saya bersama para ulama, kiai dan habaib yang juga pernah menjadi klien saya, seperti salah satunya KH Soleh Zuhdi pengasuh Ponpes Al-Ishlah yang berada di Desa Buntet (Pesantren) ini sudah lama kenal bahkan sudah seperti saudara/orang tua sendiri.

Advokat Konstan Siga (tengah) yang berkantor di Ruko Pesona Harapan Indah No 11, Jalan Pejuang Raya Bekasi, menghadiri tawasulan rutin setiap Senin malam yang diadakan Ponpes Al-Ishlah, di Desa Buntet, Kecamatan Astana Japura, Cirebon.

“Bagi saya, rasa toleransi beragama sangatlah penting menimbang negara kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berpancasila, jangan hanya ucapan di bibir namun harus kita jalankan makna dari Pancasila itu,” ujarnya.

“Kedatangan saya ke sini selain tertarik dengan adanya acara tawasulan yang rutin dilaksanakan setiap Senin malam, juga meninjau lokasi Pondok Pesantren Al-Ishlah dan santri-santrinya. Saya sangat tertarik dengan acara ini, karena melihat adanya rasa saling berbagi dan tingginya nilai toleransi serta saling mendoakan bersama. Saya juga berencana ingin membantu menyumbangkan sebagian rezeki saya untuk pembangunan dan pengembangan pondok pesantren di sini,” sambungnya.

Sementara munurut KH Soleh Zuhdi, acara tawasulan ini tak lain untuk mempererat ukhuwah islamiyah yang turun-temurun yang diwariskan dari orang tua dan ulama kami.

“Selain berdoa bersama agar keinginan kita untuk menunaikan rukun Islam yang kelima (ibadah haji-red) dimudahkan oleh Allah Swt, kita sebagai umat Islam wajib mendekatkan diri dengan zikir dan doa bersama,” katanya. (cw-hat/wahy)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *