Mabes Polri – Poskota.co

Mabes Polri

GANJIL-GENAP DAN MANAJEMEN LALU LINTAS

GANJIL-GENAP DAN MANAJEMEN LALU LINTAS

Mabes Polri, MITRA
  LALU LINTAS sebagai urat nadi kehidupan, maka lalu lintas yang ideal adalah adanya: keamanan, keselamatan, ketertertiban dan kelancaran. Tatkala lalu lintas terjadi kesemrawutan, kemacetan bahkan kecelakaan maka diperlukan adanya manajemen lalu lintas. Mengupas manajemen tentu membahas pekerjaan di dalam institusi maupun di dalam masyarakat itu sendiri. Memanaj lalu lintas diperlukan adanya: Model dan pola penanganan touble spot dan black spot secara virtual maupun aktual. Dalam model virtual tentu ada back office, aplication dan network-nya yang digunakan untuk menghubungkan/meng-online-kan secara elektronik. Maknaya diperlukan adanya sistem pemetaan baik untuk wilayah, permasalahan maupun potensi-potensinya. Di sinilah perlunya sistem peta digital untuk me...
MENGAPA PERLU ADA CATATAN PERILAKU BERLALU LINTAS?

MENGAPA PERLU ADA CATATAN PERILAKU BERLALU LINTAS?

Mabes Polri, MITRA
  TATKALA gagasan untuk membangun sistem Catatan Perilaku Berlalu-lintas (CPB)/Traffic Attidude Record (TAR), boleh dikatakan tidak ada yang terharu. Entah tidak tahu, atau tidak mau tahu atau karena sudah nyaman dengan kondisi pengelolaan administrasi kendaraan bermotor dan pengemudi seperti sekarang ini. CPB merupakan bagian dari fungsi pengawasan dan pengendalian berlalu lintas untk membangun budaya tertib berlalu lintas, juga untuk keamanan keselamatan. Pelanggaran-pelanggaran lalu lintas begitu banyak dari yang berdampak kemacetan hingga yang berdampak terjadinya kecelakaan semakin meningkat bahkan ada yang sengaja melakukan. Dengan sadar dan sengaja melawan arus, parkir sembarangan, menerobos lampu merah, melanggar rambu dan sebagainya. Para pelanggar tanpa ragu da...
BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)