SATGAS TINOMBALA TANGKAP ISTRI KEDUA SANTOSO TANPA PERLAWANAN – Poskota.co

SATGAS TINOMBALA TANGKAP ISTRI KEDUA SANTOSO TANPA PERLAWANAN

POSKOTA.CO – Usai menembak mati Santoso alias Abu Wardah, tim Satgas Tinombala kini telah berhasil menangkap istri Santoso, Delima, di wilayah pegunungan Tambarana, Poso, Sulawesi Tengah. Delima ditangkap pada Sabtu (23/7) pagi sekitar pukul 09.30 WIB.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, Delima merupakan istri kedua Santoso yang ikut dalam pelarian Santoso. Ia ditangkap dalam keadaan hidup dan tanpa perlawanan.

“Sekarang lagi dibawa ke Polda Sulawesi Tengah untuk diperiksa. Nanti dia akan diurus oleh Polwan,” kata Tito dalam acara bakti sosial di GOR Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (23/7).

Dalam penangkapan ini, polisi tidak menemukan senjata dan bahan peledak di tubuh Delima. Kini keterlibatannya dalam jaringan teroris Santoso masih diselidiki.

Dalam baku tembak pada Senin (18/7) di hutan Poso, Satgas Tinombala berhasil menewaskan Santoso dan Muchtar. Namun, tiga orang melarikan diri, dua di antara adalah Jumiatun Muslimayatun alias Atun alias Umi Delima, istri Santoso, dan Nurmi Usman, istri Basri. Jumiatun dan Nurmi berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat.

Mantan Kapolda Papua ini menambahkan, Delima akan diperlakukan baik. Meski begitu ia akan tetap dijaga ketat oleh Polwan yang diberi tugas khusus memeriksanya. “Kami akan tes kesehatan terlebih dahulu. Baru kami periksa terkait keterlibatannya,” sambung Tito. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)