KESET BERTULISKAN AYAT AL QURAN – Poskota.co
Thursday, September 21

KESET BERTULISKAN AYAT AL QURAN

Keset yang diamankan petugas
Keset yang diamankan petugas

POSKOTA.CO – Kediri dihebohkan dengan penemuan keset (pembersih alas kaki) bertuliskan ayat Al Qur’an. Dandim Letkol Inf Purnomosidi bersama Kapolres Kediri AKBP Wibowo berjanji akan membongkar motif penjualan keset tersebut. “Ada kesengajaan atau memang lalai,” ungkap kapolres, Senin (11/7).

Keterangan Letkol Inf Purnomosidi, diketahui bahwa produk keset tersebut berasal dari Tomek, pengusaha asal Sumbergempol Tulungagung sedangkan pemasaran keset tersebut dipasarkan Muji yang juga warga Sumbergempol Tulungagung, senin (11/07/2016).

Ceritanya, awal Juli lalu, Nikamah dan Ketut warga Desa Sonorejo, bersama-sama membeli keset di Toko Ilham Jaya milik Agus Suyoko yang sehari-hari berprofesi sebagai Satpol PP Kabupaten Kediri.

Keduanya langsung menyimpan alas kaki untuk persiapan lebaran. Dan pada jumat kemarin, tepatnya 9 Juli, tanpa sengaja Ketut melihat secara cermat keset yang sudah dibelinya beberapa hari lalu dan betapa terkejutnya ia, karena keset tersebut terdapat tulisan ayat Al Qur’an.

Sontak Ketut langsung menemui Nikamah, untuk memberitahu penemuannya tersebut, dan akhirnya keduanya sepakat menemui Hadi tetangga dekat Nikamah, untuk dimintai solusi dari penemuan tersebut. Kemudian melaporkan ke polisi terdekat.

Agus Suyoko penjual keset mengakui tidak tahu menahu perihal adanya tulisan ayat Al Qur’an pada produk daur ulang tersebut. Demikian juga saat pemilik industri rumah tangga yang memproduksi keset tersebut, menyatakan tidak tahu menahu produknya berbahan buku pelajaran dan bertuliskan ayat Al Qur’an.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_1031" align="alignleft" width="300"] Hakim sang wakil Tuhan di dunia[/caption]POSKOTA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengharapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) jangan ada yang berasal dari partai politik. "Hakim MK haruslah merupakan orang yang benar-benar kompeten dalam bidang hukum tata negara dan bukanlah seseorang yang pernah bergabung dengan partai politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat. Menurut dia, bila hakim MK yang terpilih berasal dari partai politik dikhawatirkan hanya mementingkan kepentingan golongannya saja sehingga mengakibatkaan potensi penyelewengan menjadi sangat besar. "Independensi hakim MK sangat penting untuk menjaga kredibilitas MK sebagai lembaga hukum tertinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa keputusan yang dibuat MK adalah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu Hakim MK sebagai pembuat keputusan haruslah orang yang benar-benar mempunyai integritas," paparnya. Kasus Akil Mochtar hendaknya menjadi pelajaran bagi MK untuk bisa menjaga kredibilitasnya. "Kredibilitas MK dalam penegakan hukum tengah disorot karena kasus Akil Mochtar. Oleh karena itu MK harus memastikan bahwa kasus seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sampai rakyat hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum," kata Fadli. Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berpendapat persoalan pemilihan anggota Hakim MK bukan pada asas legalitas tetapi adalah asas kepantasan, etika, dan moral.