JENDERAL TNI DITEMUKAN TEWAS DALAM MOBIL DINAS – Poskota.co
Saturday, September 23

JENDERAL TNI DITEMUKAN TEWAS DALAM MOBIL DINAS

Di mobil inilah jasad anggota TNI tergolek
Di mobil inilah jasad anggota TNI tergolek

POSKOTA.CO – Seorang pria yang memiliki identitas Kartu Tanda Anggota TNI AD berpangkat Brigadir jenderal ditemukan tewas di lantai dua parkiran Gedung Sentra Mulya, Kantor Direktorakt Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kemenkumham Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (26/8).

Kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiono menjelaskan korban ditemukan menjelang subuh, saat dua satpam melakukan kontrol dan chek list kendaraan yang parkir diarea parkir gedung.

Dari kartu identitas yang ditemukan, pria tersebut diketahui bernama DMP Nainggolan (61), alamat dalam KTP merupakan warga Kobagdiklat I No 5 RT 01/05 Kelurahan Baru, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Sementara berdasarkan penemuan KTA, pria tersebut berpangkat Bigadir Jenderal TNI Angkatan Darat dengan jabatan sebagai Pati Ahli Kasad Bidang Ipengtet LH Markas Besar TNI AD.

Pria ini ditemukan sudah tak bernyawa disamping mobil Toyota Corolla Altis berwarna hitam. Mobil tersebut berplat dinas Kemenkumhan No 91331-00.

“Pintu depan kanan dalam keadaan terbuka dan posisi kepala korban menempel di jok kursi depan sebelah kanan,” pungkas Awi.

Pihak kepolisian sudah mengevakuasi jenazah Nainggolan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat untuk diautopsi. Polisi juga belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban dan saat ini lokasi penemuan jenazah juga sudah dipagari garis polisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.