DANDIM KEDIRI PERINTAHKAN JAJARANNYA RENOVASI RTLH – Poskota.co

DANDIM KEDIRI PERINTAHKAN JAJARANNYA RENOVASI RTLH

salah satu kepedulian Dandim Kediri
salah satu kepedulian Dandim Kediri

POSKOTA.CO – Komandan Kodim Kediri, Letkol Inf Purnomosidi, mengajak jajarannya untuk peduli terhadap masyarakat khusunya program renovasi Rumah Tidak Layah Huni (RTLH).

Sebelum melakukan kerja nyata memperbaiki rumah warga yang tak layak huni Dandim mengajak Pabung Kodim Kediri, Kapten Inf Puguh Jatmiko, Kapten Inf Tugas M.Ali (mewakili Para Danramil), Kapten Czi Muklasin, Kapten Arm Nur Solikin, Kapten Inf Yanis Prasetyo dan Kapten Inf Sutrisno, serta Peltu Darsono (mewakili Pasi Ter), melakukan rapat terbatas.

Setelah melakukan rapat para perwira tersebut diminta untuk melakukan inspeksi serentak ke 29 kecamatan. “Kita wujudkan mimpi jadi kenyataan dan hunian mereka sesuai standard kesehatan sehingga warga sejahtera,” perintah
Letkol Inf Purnomosidi, pada anggotanya, Selasa (31/5).

Dandim minta pada para Danramil untuk mengawasi kegiatan peduli warga dengan program RTLH. “Sejahterakan warga Danramil harus peduli,” tandasnya Dandim.

” Tiap Koramil sudah mampu menyelesaikan target yang dibebankan, baik dari prosentase maupun jumlah alokasi objek RTLH,” jelas Peltu Sofyan, Ketua Tim D (pengawas), yang singgah salah satu lokasi objek RTLH di Kecamatan Gurah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)