by

Teganya, Guru Honorer Perkosa Muridnya di Ruang Kelas

Read Time:1 Minute, 29 Second

POSKOTA.CO – Seorang guru honorer sebuah sekolah se tingkat SMP di Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, digelandang polisi karena diduga merkosa muridnya di ruang kelas. Duh,…teganya teganya kata lagu Megy Z.

Akibat perbuatan tak senonoh guru honorer yang seharusnya menjadi pembimbing dan pengayom saat di sekolah, MA,26, terpaksa dihadiahi baju rompi warna oranye dengan bagian belakangnya bertuliskan: “Tahanan Polres Pulang Pisau”.

Entah tengah kerasukan dedemit birahi, karena daerahnya memang sepi dan banyak hutannya ketimbang gedung, oknum guru honorer yang mengajarkan mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan itu, diungkapkan Kapolres Pulang Pisau, AKBP Siswo Yuwono, dalam jumpa awak media, Minggu (23/2).

Terungkapnya kasus itu sendiri, menurut AKBP Siswo, setelah orangtua korban melapor ke Mapolsek Sebangau Kuala, Jumat (21/2) lalu. Itupun setelah korban Bunga,15, –bukan nama sebenarnya, Red.– yang duduk di kelas 8 melaporkan naas yang dialami.
“Korban yang waktu itu sedang belajar, dipanggil untuk menghadap ke ruang kesiswaan. Pemanggilan dengan dalih karena korban berpacaran,” jelas kapolres.

Hanya berduaan di ruangan, sambung AKBP Siswo, bukan nasihat yang diberikan. Tapi justeru dipaksa melayani nafsu bejat sang oknum guru. “Laporan korban setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku yang diringkus di rumahnya, Desa Sebangau Permai, tak jauh beda,” ucap kapolres.

Dalam pemeriksaan sementara, sambung AKBP Siswo, MA mengaku mencabuli muridnya itu dengan sebelumnya menuduh berpacaran dengan orang lain. “Tersangka ngakunya punya hubungan. Namun karena nafsu ingin memiliki, akhirnya korban dipaksa melakukan perbuatan layaknya suami istri,” imbuh AKBP Siswo.

Untuk memperkuat bukti telah terjadi perbuatan tak senonoh, polisi selain menyita pakaian sekolah dan celana dalam korban, juga sudah mengantongi hasil visum dari pihak kedokteran.

Sementara untuk tersangka MA, selain diberhentikan dari tempatnya mengajar, juga terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar, karena dijerat dengan UU No: 23/2002 tentang Perlindungan Anak. (banuapost.net)

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini