by

Mbah Lukito Meninggal di Tempat Parkir RS Jepara Nunggu ‘Gledekan’

Read Time:1 Minute, 36 Second
Salah satu keluarga Mbah Lukito

POSKOTA.CO – Benarkah pelayanan di rumah sakit Jepara Jawa Tengah tak manusiawi? Potret layanan kesehatan di Bumi Kartini mendadak viral di grup-grup jagat maya adanya ketimpangan ketimpangan sosial yang kebijakan tersebut merugikan rakyat.

Kabar viral lewat media sosial WhatsApp dialami keluarga Mbah Lukito, karena pembiaran pihak rumah sakit yang kurang respon, sehingga nyawa warga Desa Mambak itu tak tertolong. Kenapa?

Ceritanya, mbah lukita warga desa Mambak dengan kondisi kritis dibawa keluarganya ke RSUD Jepara, berakhir dengan kematin. Benarkah pelayanan buruk dari managemen RSUD? Sehingga Mbah lukita meregang nyawa di tempat parkir?

Meninggalnya Mbah Lukita, viral di jagat maya. Pada Senin (16/3/2020), Mbah Lukito dibawa ke rumah sakit setelah mendapat rujukan dari Puskesmas Pakis Aji. Sampai di rumah sakit, Abdul keluarga korban mencari gledekan (tempat tidur beroda untuk orang sakit), namun dijawab oleh petugas berbaju putih tidak ada gledekan.

Dengan terpaksa Abdul Rosyid, dan keluarganya kembali ke ambulans menungga gledekan mengangkut tubuh Mbah Lukito. Tak lama kemudian, salah satu cucunya memberanikan diri masuk ke dalam ruangan petugas pelayanan untuk segera menangani keluarganya. Tak lama seorang petugas medis datang memeriksa lalu ditinggal pergi.

Saat menunggu dengan hati berdebar dekat ambulan yang terparkir di depan UGD, datang seorang satpam untuk segera memindahkan ambulans tersebut. Dengan alasan tak boleh parkir di depan UGD.

Mbah Lukito yang terkulai tak berdaya di dalam ambulans akhirnya dibawa ke tempat parkir kendaraan. Setelah 2 jam menunggu akhirnya nyawa Mbah Lukito tak tertolong.

Pengalaman pahit pada pelayanan di RSUD Jepara ini diungkapkan salah seorang keluarganya lewat WA dan Abdul Rosyid, siap dikonfrontir dan dikonfirmasi lewat No HP 08522-5862-220. “Saya siap memberi keterangan kapan saja,” tandasnya kesal.

Sayangnya awak media yang berusaha konfirmasi ke rumah sakit tak ada yang mau menjawab cerita keluarga Mbah Lukito. “Pimpinan tak ada di tempat pak, kami nggak berani menjelaskan,” ungkap seorang satpam. (tim skandal)

 

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini