MANOR RACING BERJUANG PERTAHANKAN RIO – Poskota.co
Saturday, September 23

MANOR RACING BERJUANG PERTAHANKAN RIO

POSKOTA.CO – Nasib menggantung yang dialami pembalap Formula 1 (F1) Indonesia, Rio Haryanto, bersama tim Manor Racing masih diselimuti tanda tanya.

Direktur Balap Tim Manor Racing Dave Ryan mengatakan, terus berjuang untuk mempertahankan posisi jokinya tersebut. “Kami sudah berdiskusi dengan manajemen Rio. Tujuannya agar Rio bisa terus memperkuat Manor Racing sampai musim 2016 habis,” kata Ryan seperti dikutip Reuters, Senin (25/7).

Setelah race GP Hungaria yang berlangsung di Sirkuit Hungaroring, Minggu (24/7), pembalap asal Surakarta, Jawa Tengah itu diisukan akan terdepak, lantaran Rio belum bisa melunasi utang kepada tim Manor Racing.

Sejumlah nama pengganti pun disiapkan, di antaranya Alexander Rossi, Jordan King dan yang teranyar Stoffel Vandoorne.

“Kami memang mempunyai banyak opsi pengganti. Tapi kami tetap pada plan A yakni mempertahankan Rio,” tambah Ryan.

Dana Bantuan Tak Disetujui
Sementara itu, sampai saat ini manajemen Rio Haryanto masih menunggak 7 juta euro atau setara Rp101 miliar pada Manor Racing.

Manajemen Rio baru membayar 8 juta euro melalui dana dari Pertamina sebesar 5 juta euro dan keuangan pribadi keluarga Rio sebesar 3 juta euro.

“Saya meminta maaf untuk Rio, kami telah berusaha namun tak mungkin mendapatkan dana dari APBN karena tidak disetujui oleh anggota DPR,” kata Menpora Imam Nahrawi di Kantor Menpora, Senin (25/7).

Menpora mengatakan, saat ini belum ada sponsor baru lagi yang bergerak ingin membantu membayar utang Rio kepada Manor Racing.

Hingga saat ini, baru Pertamina saja yang mendukung penuh perjuangan pemuda asal Solo tersebut. “Kami terbuka jika perusahaan asing ingin mensponsori semoga ada keajaiban untuk waktu satu dua hari ke depan,” ucap Imam.

Sebenarnya, Kemenpora sudah berjuang untuk melakukan komunikasi intensif kepada pihak DPR. “Itu benar, kami memang berjanji untuk mendukung Rio, namun mau bagaimana lagi, kami telah melakukan segala cara untuk mendapatkan dana tapi tetap tidak berhasil,” jelas Menpora.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2327" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi menerima sembilan laporan penerimaan gratifikasi berupa pemutar musik elektronik Ipod Shuffle yang diterima saat resepsi pernikahan anak Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. "Sudah ada sembilan orang yang melaporkan Ipod kepada KPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Jumat (21/3). Sembilan orang yang melaporkan penerimaan itu adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ratiyono, satu orang hakim Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Made Rawa Aryawan, dua orang hakim Mahkamah Agung, satu orang pejabat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, satu pejabat Komisi Yudisial dan dua orang pejabat dari Ombudsman. "Laporan ini akan kita analisa dan klarifikasi," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. Sebelumnya, Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) cabang Mahkamah Agung Gayus Lumbuun saat datang ke KPK bersama empat hakim agung lain pada Kamis (19/3) mengatakan bahwa para hakim akan melaporkan pemberian tersebut ke KPK. "Kami akan mempersiapkan surat laporan dari IKAHI cabang MA karena penerima iPod sebagian besar adalah hakim-hakim di MA, hakim agung dan hakim-hakim yang ditugaskan di lingkungan MA," kata Gayus, Kamis (19/3). Gayus juga menyerahkan contoh iPod yang akan dinilai KPK. "Menurut hitungan kami, data yang kami miliki (harganya) di bawah Rp500 ribu, jadi kami berpandangan ini bukan gratifikasi yang dilarang, tapi kami menyerahkan pada KPK untuk menilai, oleh karena itu yang kami urus adalah hakim-hakim yang menerima," ujar Gayus.