DJOKOVIC MENGUNDURKAN DIRI DI PEREMPAT FINAL DUBAI – Poskota.co

DJOKOVIC MENGUNDURKAN DIRI DI PEREMPAT FINAL DUBAI

djokovic
djokovic

POSKOTA.CO – Petenis peringkat satu dunia Novak Djokovic mengundurkan diri setelah kalah pada set pertama pertandingan perempat finalnya melawan Feliciano Lopez pada Kamis, mengakhiri rentetan 17 penampilannya di final.

Unggulan teratas asal Serbia itu kalah 3-6 pada set pertama ketika ia terlihat mengeluh mengenai masalah pada mata kanannya.

Pengunduran ini menjadi pertama kalinya ia gagal mencapai final sejak Doha pada Januari 2015.

“Sangat menyedihkan melihat salah satu petenis terhebat yang pernah ada harus mengundurkan diri dari pertandingan seperti itu,” kata Lopez kepada para pewarta, sambil menambahi bahwa Djokovic memberitahu kepadanya bahwa ia menderiat infeksi mata.(ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2327" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi menerima sembilan laporan penerimaan gratifikasi berupa pemutar musik elektronik Ipod Shuffle yang diterima saat resepsi pernikahan anak Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. "Sudah ada sembilan orang yang melaporkan Ipod kepada KPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Jumat (21/3). Sembilan orang yang melaporkan penerimaan itu adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ratiyono, satu orang hakim Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Made Rawa Aryawan, dua orang hakim Mahkamah Agung, satu orang pejabat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, satu pejabat Komisi Yudisial dan dua orang pejabat dari Ombudsman. "Laporan ini akan kita analisa dan klarifikasi," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. Sebelumnya, Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) cabang Mahkamah Agung Gayus Lumbuun saat datang ke KPK bersama empat hakim agung lain pada Kamis (19/3) mengatakan bahwa para hakim akan melaporkan pemberian tersebut ke KPK. "Kami akan mempersiapkan surat laporan dari IKAHI cabang MA karena penerima iPod sebagian besar adalah hakim-hakim di MA, hakim agung dan hakim-hakim yang ditugaskan di lingkungan MA," kata Gayus, Kamis (19/3). Gayus juga menyerahkan contoh iPod yang akan dinilai KPK. "Menurut hitungan kami, data yang kami miliki (harganya) di bawah Rp500 ribu, jadi kami berpandangan ini bukan gratifikasi yang dilarang, tapi kami menyerahkan pada KPK untuk menilai, oleh karena itu yang kami urus adalah hakim-hakim yang menerima," ujar Gayus.