RONALDO JAJAL TARUNG BEBAS UFC – Poskota.co
Wednesday, September 20

RONALDO JAJAL TARUNG BEBAS UFC

POSKOTA.CO – Sepanjang berkarier sudah banyak gelar yang dikantongi megabintang sepak bola Cristiano Ronaldo. Antara lain tiga trofi Ballon d’Or. Menyusul partisipasinya dengan Portugal memboyong gelar juara Piala Eropa 2016 di Perancis, dan membawa Real Madrid juara Liga Champions, sebelumnya.

Seakan tak puas dengan prestasinya itu, setelah bersantai bersama keluarganya di Ibiza, pemain Real Madrid itu melanjutkan petualangannya ke Las Vegas, Amerika Serikat, menjajal tantangan baru. Apa itu?

Conor McGregor-Cristiano Ronaldo
Conor McGregor-Cristiano Ronaldo

Di Las Vegas, Ronaldo bertemu dengan bintang terkenal olahraga tarung bebas UFC, Conor McGregor. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan diselingi pose mereka seperti hendak bertarung.

Saat beraksi, seperti diungkapkan via akun Instagramnya, pekan lalu Ronaldo tengah menikmati liburan musim panasnya di Amerika Serikat. Sebuah foto di ring UFC pun diunggahnya, dengan menerakan caption: “Senang bertemu dengan Anda teman!!”

Petarung UFC asal Repubik Irlandia tersebut membalas lewat akun Instagramnya, dengan menulis: “Teman saya, Ronaldo, datang ke gym hari ini! Ia seperti hewan buas. Terima kasih Cristiano, respek! Saya akan coba menggeser Anda di daftar nomor satu Forbes tahun depan”, sebagaimana dilansir Daily Mail.

Bagaimana dengan Real Madrid? Pada saat yang nyaris bersamaan, seluruh pemain El Real tengah menjalani pusat pelatihan pra musim di Montreal, Kanada. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - Permohonan Guru Besar IPB Prof Dr Euis Sunarti dan akademisi ke Mahkamah Konstitusi (MK) sejalan dengan isi Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Bahkan, dalam RUU tersebut hukuman perzinaan akan diperberat dari sembilan bulan penjara menjadi terancam lima tahun penjara. Pemerintah menanggapi permohonan akademisi terkait permintaan kriminalisasi lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) dan kumpul kebo, di mana materi itu juga masih dibahas di dalam DPR. Sebagai contoh, dalam Pasal 484 Ayat (1) Huruf e RUU KUHP berbunyi, "Laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat dalam perkawinan yang sah melakukan persetubuhan dipidana lima tahun penjara". Pandangan pemerintah dalam hal ini disampaikan oleh Direktur Litigasi Peraturan Perundang-undangan Kemenkumham Yunan Hilmy dalam sidang lanjutan uji materi KUHP di ruang sidang MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (19/7). Yunan menyebut, pembahasan RUU ini terkesan lambat karena ada beberapa kendala. "Lamanya penyusunan RUU KUHP dipengaruhi banyaknya dinamika di antaranya masalah budaya, agama serta hal-hal lain yang dalam implementasinya harus dapat diukur secara jelas," kata Yunan. Sebab, dalam merumuskan ketentuan pidana berbeda dengan merumus ketentuan lain. Yunan mengatakan, untuk mengukur suatu norma pidana harus dapat dibuktikan secara hukum sehingga untuk dapat memutus suatu norma pidana memerlukan waktu yang lama. Oleh karena itu, pemerintah mengatakan para pemohon dapat memberikan masukan hal ini kepada pemerintah atau DPR. "Dalam rangka turut serta mengatasi problematika pembahasan RUU KUHP, para pemohon dapat memberikan sumbangan pemikirannya terhadap materi RUU KUHP terutama masalah perzinaan, pemerkosaan dan homoseksual. Materi RUU KUHP itu masih dibahas di DPR, dan akhir Agustus mendatang akan kembali dirapatkan usai masa reses DPR. Hukum Penjara Sebelumnya, Guru Besar IPB Prof Dr Euis Sunarti dan para akademisi lain meminta homoseks dan pelaku kumpul kebo dihukum penjara. Mereka meminta Mahkamah Konstitusi menafsir ulang Pasal 292. Selain Euis, ikut pula menggugat para akademisi lainnya yaitu Rita Hendrawaty Soebagio SpPsi, MSi, Dr Dinar Dewi Kania, Dr Sitaresmi Sulistyawati Soekanto, Nurul Hidayati Kusumahastuti Ubaya SS, MA, Dr Sabriaty Aziz. Ada juga Fithra Faisal Hastiadi SE, MA, MSc, PhD, Dr Tiar Anwar Bachtiar SS, MHum, Sri Vira Chandra D SS, MA, Qurrata Ayuni SH, Akmal ST, MPdI dan Dhona El Furqon SHI, MH. (*)