Pria Germo Ini Miliki 40 PSK, Dapat Komisi 30 Persen Setiap Transaksi

Pria Germo Ini Miliki 40 PSK, Dapat Komisi 30 Persen Setiap Transaksi

POSKOTA.CO – Bisnis prostitusi via online di wilayah Jakarta makin menjamur. Seorang pria yang menjadi germo akrab disapa papi disergap di sebuah hotel Jalan HOS …Selengkapnya»

Satu Ditembak Mati, 7 Begal Digelandang

Satu Ditembak Mati, 7 Begal Digelandang

POSKOTA.CO – Pentolan rampok, ditembak mati jajaran reserse 7 anak buahnya digelandang ke kantor Direktorat Reserse Kriminal Polda Metro Jaya. “Ya pentolan terpaksa ditembak dan …Selengkapnya»

PEMOTOR DIGILAS TRUK, KEPALANYA REMUK

PEMOTOR DIGILAS TRUK, KEPALANYA REMUK

POSKOTA.CO – Kecelakaan maut antara pengendara sepeda motor dan sebuah truk kontainer terjadi di Jalan Soebrantas sebelum Simpang Tabek Gadang, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau, …Selengkapnya»

AKIBAT JALAN RUSAK, SERING TERJADI KECELAKAAN LALULINTAS

AKIBAT JALAN RUSAK, SERING TERJADI KECELAKAAN LALULINTAS

POSKOTA.CO – Kerusakan jalan trans Kalimantan, kata Kepala Satuan Polisi Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Penajam Paser Utara Ajun Komisaris Seto Handoko, menjadi salah satu …Selengkapnya»

Waow...Usai Dipijat Anunya, Motornya Hilang

Waow…Usai Dipijat Anunya, Motornya Hilang

POSKOTA.CO – Peringatan bagi kaum pria yang doyan “waow-waow.” Modus ini tergolong anyar. Awalnya korban yang bernama Panji,26, pemilik motor diajak mijit yang menyediakan tenaga …Selengkapnya»

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)