SETIAP HARI DUA ORANG MENINGGAL KECELAKAAN  DI JAKARTA

SETIAP HARI DUA ORANG MENINGGAL KECELAKAAN DI JAKARTA

POSKOTA.CO – Berbagai cara dilakukan Pemda DKI untuk melakukan perbaikan dan kelancaran arus lalulintas, sebab data Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat sedikitnya 19-20 pengguna sepeda …Selengkapnya»

DANDIM INGATKAN PELAJAR UNTUK WASPADAI PERANG PROXY

DANDIM INGATKAN PELAJAR UNTUK WASPADAI PERANG PROXY

POSKOTA.CO – Komandan Kodim 0403 Kabupaten Ogan Komering Ulu Letkol Inf Feksy Dimunry Angi mengimbau generasi muda mewaspadai perang proxy atau konfrontasi antara dua kekuatan …Selengkapnya»

POLISI DIMINTA CEPAT BERTINDAK TERHADAP AKSI GENG MOTOR JAKARTA

POLISI DIMINTA CEPAT BERTINDAK TERHADAP AKSI GENG MOTOR JAKARTA

POSKOTA.CO – Aksi geng motor di ibukota semakin brutal. Aparat kepolisian diminta cepat bertindak agar aksi mereka tak menghantui masyarakat. Dua orang menbjadi korban kesadisan …Selengkapnya»

KAPAN DIRLANTAS POLDA METRO MELAKUKAN PERBAIKAN LAYANAN MASYARAKAT

KAPAN DIRLANTAS POLDA METRO MELAKUKAN PERBAIKAN LAYANAN MASYARAKAT

POSKOTA.CO – Polda Jateng dan Polda Jabar terus berlomba mempermudah layanan masyarakat. Di Jateng, warga bisa boking SIM secara online dengan cara mengetik nama alamat …Selengkapnya»

Perkebunan  Jadi Tambang Pemprov Kalsel Ancam Tidak Terbitkan IUP

Perkebunan Jadi Tambang Pemprov Kalsel Ancam Tidak Terbitkan IUP

POSKOTA.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tengah memroses Izin Usaha Perkebunan (IUP) yang bakal diberikan kepada PT Alam Tri Abadi (PT ATA) namun IUP tersebut …Selengkapnya»

BERITA TERKINI :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)