WANITA PENGGUNA HEROIN JADI BANDAR  WILAYAH MAS NAGA BEKASI

WANITA PENGGUNA HEROIN JADI BANDAR WILAYAH MAS NAGA BEKASI

POSKOTA.CO – Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap bandar narkotika dan obat-obatan di Bintara Jaya, Bekasi, setelah mendapat laporan dari warga yang resah dengan peredaran narkoba …Selengkapnya»

BNPT : BENTROK GUNAKAN SENJATA PANAH HARUS DITINDAK

BNPT : BENTROK GUNAKAN SENJATA PANAH HARUS DITINDAK

JAKARTA – Direktur Penindakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Brigjen Polisi Petrus Golose mengatakan pelaku tawuran antarkampung bersenjata panah wayer di Manado, Sulawesi Utara, …Selengkapnya»

Pabrik Krupuk dan Pengolah Minyak Terbakar, Seorang Tewas

Pabrik Krupuk dan Pengolah Minyak Terbakar, Seorang Tewas

BEKASI – Pabrik pengolahan minyak kelapa sawit PT Darmek Oil Plant di Jalan Lingkar Utara, Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Selasa malam, …Selengkapnya»

Rampok Sadis Kelompok Bonzer Berhasil Digulung

Rampok Sadis Kelompok Bonzer Berhasil Digulung

POSKOTA.CO – Sebulan buron, komplotan perampas sepeda motor spesialis saat sahur on the road berinisial E, R, Ak, dan IR diamankan Polsektro Gambir di Kebun …Selengkapnya»

Terlibat Penyuapan Bandar Judikah  Kapolda Jabar

Terlibat Penyuapan Bandar Judikah Kapolda Jabar

POSKOTA.CO- Penyidik Divisi Profesi dan Pengamanan, Polri masih memeriksa secara intensip Kasubdit III Kejahatan dan Kekerasan, Direktorat Kriminal Umum, Polda Jawa Barat AKBP Murjoko Budoyono …Selengkapnya»

BERITA TERKINI :
[caption id="attachment_2327" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi menerima sembilan laporan penerimaan gratifikasi berupa pemutar musik elektronik Ipod Shuffle yang diterima saat resepsi pernikahan anak Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. "Sudah ada sembilan orang yang melaporkan Ipod kepada KPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Jumat (21/3). Sembilan orang yang melaporkan penerimaan itu adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ratiyono, satu orang hakim Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Made Rawa Aryawan, dua orang hakim Mahkamah Agung, satu orang pejabat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, satu pejabat Komisi Yudisial dan dua orang pejabat dari Ombudsman. "Laporan ini akan kita analisa dan klarifikasi," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. Sebelumnya, Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) cabang Mahkamah Agung Gayus Lumbuun saat datang ke KPK bersama empat hakim agung lain pada Kamis (19/3) mengatakan bahwa para hakim akan melaporkan pemberian tersebut ke KPK. "Kami akan mempersiapkan surat laporan dari IKAHI cabang MA karena penerima iPod sebagian besar adalah hakim-hakim di MA, hakim agung dan hakim-hakim yang ditugaskan di lingkungan MA," kata Gayus, Kamis (19/3). Gayus juga menyerahkan contoh iPod yang akan dinilai KPK. "Menurut hitungan kami, data yang kami miliki (harganya) di bawah Rp500 ribu, jadi kami berpandangan ini bukan gratifikasi yang dilarang, tapi kami menyerahkan pada KPK untuk menilai, oleh karena itu yang kami urus adalah hakim-hakim yang menerima," ujar Gayus.