Biaya Pembuatan SIM di Satpas Mencekik Leher

Biaya Pembuatan SIM di Satpas Mencekik Leher

POSKOTA.CO – Indonesia Traffic Watch (ITW) mendesak Kapolri Jenderal Sutarman dan Kapolda Metro Jaya Irjen Unggung Cahyono mengawasi dan menindak tegas pelaku praktik pungutan liar …Selengkapnya»

Polisi Antarkan Shabu ke Tahanan Polda Metro Jaya

Polisi Antarkan Shabu ke Tahanan Polda Metro Jaya

POSKOTA.CO- Bidang Profesi dan Pengamanan, Polda Metro Jaya memeriksa Brigadir F petugas jaga rumah tahanan(rutan) khusus narkoba Polda Metro Jaya. Brigadir F diperiksa karena kelalaiannya …Selengkapnya»

Pesan Kapolri: Jalankan Tugas Jangan Keluyuran

Pesan Kapolri: Jalankan Tugas Jangan Keluyuran

POSKOTA.CO – “Jangan keluyuran selama di sini, selesaikan tugas dulu,” pinta Kapolri Sutarman ketika melakukan inspeksi pengamanan presiden di Monas Jakpus. Satu per satu personel …Selengkapnya»

Satpas SIM Terus Lakukan Bersih-bersih

Satpas SIM Terus Lakukan Bersih-bersih

POSKOTA.CO- Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya terus melakukan bersih-bersih di kantor Pelayanan Satuan Penyelenggara Administrasi Surat Izin Mengemudi(SATPAS SIM) Daan Mogot, Jakarta Barat. Langkah bersih-bersih …Selengkapnya»

Reserse Polda Metro Janji Tindak Tegas Pelaku Kejahatan

Reserse Polda Metro Janji Tindak Tegas Pelaku Kejahatan

POSKOTA.CO- Polda Metro Jaya berjanji akan menindak tegas kepada para pelaku kejahatan, yang meresahkan warga masyarakat. Bahkan, petugas tidak segan-segan menembak mati para penjahat. “Bukan …Selengkapnya»

BERITA TERKINI :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.