NGAMUK PAKAI NARKOBA, POLISI DIBORGOL  DI TIANG BENDERA

NGAMUK PAKAI NARKOBA, POLISI DIBORGOL DI TIANG BENDERA

POSKOTA.CO – Seorang polisi berpangkat Brigadir Kepala berinitial SW yang bertugas di Polsek Gambir Jakpus, Sabtu(28/3) jadi tontonan warga karena menolak di tes urinenya lalu …Selengkapnya»

Begal Motor Jatuh Ditabrak Bonyok Dikeroyok Massa

Begal Motor Jatuh Ditabrak Bonyok Dikeroyok Massa

POSKOTA.CO – Dua kabur, satu tertangkap dan dihakimi massa. Ketiganya melakukan aksi kejahatan di daerah Rawasari Jakpus, Sabtu (28/3). Tersangka Adi Pramono, 24, sempat diamuk …Selengkapnya»

BEGAL MOTOR DITANGKAP WARGA DISERAHKAN POLISI

BEGAL MOTOR DITANGKAP WARGA DISERAHKAN POLISI

POSKOTA.CO – Seorang pelaku begal ditangkap warga saat sedang menjalankan aksinya mencuri sepeda motor di Jalan Pulau Sebesi, Kecamatan Sukarame, Bandarlampung, pada Selasa (24/3) sekitar …Selengkapnya»

SEMUA PENERIMA ALIRAN DANA UPS BAKAL DBUI

SEMUA PENERIMA ALIRAN DANA UPS BAKAL DBUI

POSKOTA.CO – Mabes Polri menyebutkan oknum anggota DPRD DKI Jakarta berpotensi menjadi tersangka dugaan tindak pidana korupsi pengadaan “Uninterruptible Power Supply” bagi 49 sekolah termasuk …Selengkapnya»

Dua Intel Kodim Yang Diculik Ditemukan Tewas Ditembak

Dua Intel Kodim Yang Diculik Ditemukan Tewas Ditembak

POSKOTA.CO – TNI dan Polri terus melakukan pengejaran terhadap kelompok penculik yang membunuh dengan sadis dua anggota Intel Komando Distrik Militer (Kodim) 0103/Aceh Utara. Jenazah …Selengkapnya»

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)