Bos Koran Harian Terbit Bakal Diperiksa Polisi

Bos Koran Harian Terbit Bakal Diperiksa Polisi

POSKOTA.CO – Alex Usman, pemilik koran Harian Terbit, juga tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan UPS, bakal diperiksa polisi sebagai saksi terkait kasus baru pengadaan printer …Selengkapnya»

Surat Wasiat Kematian  Akseyna Diduga Dibikin Pelaku

Surat Wasiat Kematian Akseyna Diduga Dibikin Pelaku

POSKOTA.CO – Akseyna Ahad Dori, mahasiswa Universitas Indonesia yang tewas di Danau Kenanga, dipastikan tewas dibunuh. Namun, hingga kini pelakunya masih diselidiki. Direktur Reserse Kriminal …Selengkapnya»

Asyik Main HP di Rel, Dua Murid SD Tewas Disambar KA

Asyik Main HP di Rel, Dua Murid SD Tewas Disambar KA

POSKOTA.CO – Rombongan murid kelas VI asyik bermain di lintasan rel KA Kampung Stadion, Tambun Kecamatan Tambun Selatan, tertabrak KA ekspres jurusan Jakarta-Malang, Kamis (27/5). …Selengkapnya»

Pengedar Narkoba  Mau Ditangkap Bawa Pisau Lipat

Pengedar Narkoba Mau Ditangkap Bawa Pisau Lipat

POSKOTA.CO – Ali alias Cing Ali,39, yang tangannnya dipenuhi gambar tatto diketahui sebagai pengedar ganja ditangkap polisi di Gang Bambu Jurang Wangu Timur, Kec. Pondok …Selengkapnya»

Istri Pemilik Toko Material Tewas Dijerat

Istri Pemilik Toko Material Tewas Dijerat

POSKOTA.CO – Noviasari,30, istri pemilik toko material bahan bangunan ditemukan tewas di rumahnya di Desa Nanggerang, RT.01/04, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Rabu (27/5/2015) di …Selengkapnya»

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)