PREMAN PENGHUNI GEDUNG BIOSKOP SENEN DIGREBEK

PREMAN PENGHUNI GEDUNG BIOSKOP SENEN DIGREBEK

POSKOTA.CO – Preman Senen yang menghuni gedung bioskop Grand di perempatan Senen, Jakarta Pusat, Minggu (21/9) dinihari digrebeg aparat kepolisian karena gedung tersebut diduga sebagai …Selengkapnya»

Melihat Temannya Ditembak, Andi Bersujud di Kaki Polisi

Melihat Temannya Ditembak, Andi Bersujud di Kaki Polisi

POSKOTA.CO – Andi Saputra,29, langsung memeluk dan bersimpuh di kaki polisi yang menangkapnya, setelah melihat temannya Syahmin,48, betisnya ditembus pelor karena melawan saat ditangkap. Kini, …Selengkapnya»

DENSUS 88 BEKUK TERSANGKA TERORIS DI PURWOREJO

DENSUS 88 BEKUK TERSANGKA TERORIS DI PURWOREJO

POSKOTA.CO – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) pada Selasa (16/9) menangkap tersangka teroris di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. “Kemarin pada …Selengkapnya»

KAPOLRES; SIKAT PREMAN TERORGANISIR

KAPOLRES; SIKAT PREMAN TERORGANISIR

POSKOTA.CO – Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Fadil Imran mengungkapkan bahwa preman terorganisir di wilayah hukumnya kini sudah tidak ada dan kalau masih ada akan …Selengkapnya»

KELOMPOK SDA DILAPORKAN KE POLDA METRO JAYA

KELOMPOK SDA DILAPORKAN KE POLDA METRO JAYA

POSKOTA.CO – Mantan Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Sekretaris Jenderal PPP M Romahurmuziy terkait tindakan …Selengkapnya»

BERITA TERKINI :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)